Postingan kali ini judulnya agak melankolis. Sesuai dengan suasana hati gue yang lagi mendung bersedih beberapa hari ini. Kadang dalam hidup memang tidak selalu Indah. Ada naik ada turun. Mungkin kalo kalian pikir hidup orang lain itu enak, senang terus, yah ga selalu juga sih, karena kalian kan gak tau apa aza yang di alami orang tersebut secara detail.
Jadi kali ini gue pengen cerita, bagian dari kisah hidup gue, yang ga selalu indah dan bahagia. Cerita di mulai dari tahun lalu bulan December 2016, gue sempat hamil. (Warning...Mohon untuk para bumil tidak membaca kisah ini karena gue gak mau kalian parnoan ato mendengar hal buruk saat kehamilan). Saat itu rasanya hepiiii banget, setelah menikah di bulan October akhirnya berhasil hamil di bulan 12. Namun kebahagian tersebut tidak lama, hanya bertahan 7 minggu saja, dokter menyatakan janin di dalam kandungan tidak berkembang. Januari akhirnya dokter memutuskan untuk kuret. Dan kami berdua pasrah menyetujui keputusan tersebut, tanpa bertanya ke dokter lain lagi, atau second opinion. Karena menurut kami alasan dokter tersebut cukup jelas. Janin yang harus nya mempunyai detak jantung, saat itu masih berupa buletan saja. Rupanya itu juga keputusan yang amat buruk, karena kedua orang tua kami tidak menyetujui tindakkan ceroboh tersebut. Mereka menyayangkan keputusan kami yang serba tiba tiba, buru buru, tanpa menanyakan pendapat orang tua maupun dokter lainnya. Apalagi setelah mendengar cerita orang lain yang di vonis bayi nya tak berkembang, namun akhirnya ke dokter lain baik baik saja. Memang saat itu kami agak kurang pintar untuk mengambil keputusan secara tiba tiba.
Saat itu gue cukup terpukul, karena memang saat kehamilan itu gue masih bandel, sibuk kerja sana sini, trus kadang masi kaypo angkat angkat barang berat, nyetir sendiri dari rumah ke tempat kerja, dsbg. Penyesalan datang terlambat. Ga bisa salahin siapa siapa kecuali diri sendiri. Sedih kesel marah semua numpuk jadi satu. Untung lah suami cukup sabar dan tenang. Berusaha untuk menghibur dan menenangkan hati. Maka masa masa pahit itu pun terlewatkan. Namun cobaan belum selesai sampai disana.
Bulan September awal 2017, gue hamil untuk kedua kalinya. Senang banget akhirnya diberikan kesempatan kembali untuk mempunyai anak. Takut terulang kegagalan, maka gue pun berhenti kerja sejak positif hamil. Full bedrest. Kerjaan gue sehari hari di rumah istirahat makan tidur makan tidur di kamar nonton netflix dan segala macam drama korea. Seperti mendapatkan kado dari Tuhan karena kebetulan juga kami berdua merayakan wedding anniversary yang pertama di bulan October. Rasanya bahagia banget, ketika di minggu ke 6 melihat detak jantungnya kedap kedip di USG. Dokter mengatakan bayi nya tumbuh dengan sehat dan baik. Makanan pun gue berusaha untuk jaga, banyak makan buah dan sayur. Vitamin, penguat janin dari dokter pun diminum dengan teratur. Minggu Ke 7 dan 8 sudah bisa lihat tangan dan kaki kecilnya bergerak gerak dengan lucu. Panjangnya babynya sudah 1,82 cm di minggu ke 8. Saking parno an nya hampir setiap minggu kita berkunjung ke dokter. Hanya untuk melihat ada perkembangan apa dengan janinnya. Sampai di minggu ke 9, mimpi buruk pun tiba. Di saat pemeriksaan USG transvaginal, dokter tiba tiba kaget tidak mendengar detak jantungnya sama sekali. Flat. Pada gambar juga tidak ada lagi kedap kedip. Dokter sendiri cukup bingung, karena minggu lalu detak jantung nya amat kuat dan bagus sekali. Kalo di lihat besar janinnya masih sesuai, maka dia masih baru banget meninggalnya. Hati rasanya lemas dan hancur banget. Dokter berusaha mencari penyebabnya dan mengatakan bahwa ada kemungkinan kami berdua mempunyai kelainan kromosom.
Pada umumnya suami membawa 23 kromosom dan gue membawa 23 kromosom, sehingga seharusnya janin mempunyai 46 kromosom xy(bayi laki) atau xx(bayi perempuan). Ada kemungkinan salah satu dari kami mempunyai kromosom lebih dari 23 atau kurang dari 23. Sehingga janin tersebut mempunyai kelainan kromosom dan NT yang tinggi. Kemungkinan juga karena usia gue yang sudah menginjak 35 tahun, sehingga ada kemungkinan mempunyai kelainan kromosom. Maka dokter pun menyaran kan agar kami test genetik sebelum hamil kembali. Setelah penjelasan tersebut, kami pun sempat berkunjung ke dokter yang lain, untuk second opinion. Dan hasil nya sama. Jantung janin sudah berhenti berdetak. Sedih dan kecewa, kembali gue harus menjalan kan kuret untuk ke 2 kalinya. Kali ini lebih kesal rasanya karena sudah sampai 9 minggu dan kelihatannya sehat sehat saja.
Dokter mengatakan, sisi positip nya, tubuh gue mengetahui ada masalah dengan bayi ini maka dia langsung shut down dengan sendirinya. Bila sudah lebih dari 4 bulan untuk mengeluarkan bayi nya lebih sulit lagi. Dan ada juga kasus dimana bayi tersebut sempat lahir, namun ga sampai satu hari meninggal.
Suami seperti biasa tegar menjalani. Beruntunglah gue masi mempunyai suami yang amat sangat pengertian. Terimakasih untuk suamiku yang selalu support dan menemani bolak balik ke dokter setiap minggu dan sabar dalam menghadapi cobaan ini.
Saat ini kami hanya bisa berdoa agar kedua janin kami terlahirkan ke alam yang lebih baik. Mungkin Tuhan belum kasih, karena ada rencana lain. Memang kalo bukan kehendak yang di atas, apa boleh buat yah, sabar sabar saja menghadapi cobaan. Ga bisa salahin siapa siapa. Mau berusaha pakai dokter paling bagus paling pinter sekali pun, misalkan Tuhan belum kasi yah, ga akan tercapai. Orang yang ga cek sama sekali ke dokter bayi nya terlahir sehat sehat saja. Mungkin suatu saat Tuhan akan mendengarkan doa kami. Yah, begitulah postingan sedih kali ini. Pada kenyataan nya hidup tak selalu indah, langit tak selamanya cerah, namun jangan lah terlalu bersedih dalam menghadapi masalah. Hidup sudah susah jangan di buat makin susah. Masi banyak orang orang di sekitar kita memiliki masalah yang mungkin lebih berat lagi. Jangan membanding bandingkan hidup mu dengan orang lain. Karena kamu belum tentu tau apa yang dia pernah alami. Dan jangan lah menyerah kalo misalkan ada di antara kalian yang membaca, pernah mengalami keguguran, berkali kali, maupun belum memiliki momongan. Kalian ga sendirian, masih banyak orang lain yang mempunyai masalah yang mungkin sama maupun lebih berat lagi. Marilah kita sama sama berdoa agar tabah menghadapi masalah , dan bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. :)
Artwork by Anne Robin Calligraphy
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Friday, November 10, 2017
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kehidupan selama dua tahun perkawinan
Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...
-
Wuih ga berasa uda akhir bulan Juni, lebaran sebentar lagi... Ok post kali ini gue mo curhat... Dramaaaa! Mengenai bridesmaids, ag...
-
Persiapan wedding uda ampir kelar, udah pilih pilih dan book para vendor. Gue kira uda beres tinggal update update aza.... Ternyatahhhh...
-
Postingan kali ini judulnya agak melankolis. Sesuai dengan suasana hati gue yang lagi mendung bersedih beberapa hari ini. Kadang dalam hidup...
