Serem ga liat kecoa, kelabang, tonggeret, scorpio, cacing, toke, etc??? Hahaha.. Buat gue ini pekerjaan sehari hari, dimana gue harus memegang, menimbang, meracik bahan bahan tersebut. Untuk dijadikan obat, sesuai resep Sinshe (Doctor Traditional Chinese Medicine). Serasa Severus Snape Harry Potter deh.... Bisa bikin Polyjuice Potion kali wkwkwk...
Semua bahan obat tersebut berasal dari China, jadi kecoa nya import hahaha, bukan seperti yang biasa di temukan di rumah.
Padahal di Indonesia juga banyak binatang serta tumbuhan yang unik. Mungkin bisa juga di jadikan bahan obat. Hanya sayangnya belum ada penelitian khusus atau research jelas seperti di China.
Selain alami, dan natural, bahan bahan tersebut sudah di research berabad abad lamanya. Tapi harus sesuai dengan resep Sinshe ya! Ga bole ngasal!
Dan bukan seperti ramuan ajaib Harry Potter. Ga bisa 1x minum, lantas sembuh total. Butuh waktu. Harus rutin. Mo sabar dan update kembali cek ke Sinshe. Perlu di dukung gaya hidup sehat juga tentunya.
Isi hati seorang peracik obat mungkin kira kira begini :
1. Harus bisa baca resep dalam bahasa Chinese. Duh para Sinshe kalo nulisnya ambruadul, kecil2, mata lama lama juling neh. Rapi an dikit donk.. At least berbentuk, ga awut awutan, biar mudah dibaca.
2. Suka bingung kalo ada pasien yang minta cepetan di timbangin obat. Antri donk. Kan nimbang perlu ketelitian. Ntar salah ngasi dosis.. Gimana coba?
3. Para pasien paling hobi nanya "Ini obat buat apa?". Kaga percaya ama Sinshe nya yah? Lah tugas gue kan nimbang sesuai resep. Bukan jadi Sinshe dadakan. Ntar kalo salah teori? Sama Sinshe nya aza laporan sakit nya dimana. Masa gue disuru nebak nebak sakitnya apa? Maap yaaa, bukan pelit bagi informasi..
4. Lebih bingung lagi kalo ada pasien yang sok tau.. Obsesi menjadi Sinshe kaleee. Bagi bagi informasi ke pasien lainnya. "Makan ini bagus untuk sakit ini. Makan itu aza, kata orang bagus...". Hmmm... Sinshe jadi jadian (Emang siluman?). Jagoan dia daripada Sinshe yang belajar bertaon taon. Trus pasien yang dengerin... Lohhh... Kok lebi percaya sesama pasien daripada Sinshe?!?!
5. Ada pasien yang demen ama bau bau an obat. Begitu liat obat, langsung dicomot, trus di cium cium, sampe menempel ke hidung. Kalo punya sendiri ya gapapa... Masalahnya punya pasien lain!!! Ga higenis dehhh...
6. Kadang suka nemu yang bikin senewen. Uda kelar nimbang 3 bungkus, semua obat udah bercampur aduk. Terdapat berbagai macam butiran kecil dan bubuk. Tiba tiba pasien nya ngomong "Ga jadi 3 bungkus, 1 bungkus aza deh..". Haaa? Masa mo di pilah pilah lagi?!
7. Memang jarang ketemu penimbang obat berusia muda. Sering banget pasien meragukan gue... "Bisa nimbang ga tuh?" Hiksssss... Sedihnya! Helooow... Nimbang obat bukan berdasarkan umur!!!!
Namun seorang peracik obat harus tetap tersenyum, melayani pasien dengan baik...
Sekian curhatan seorang peracik obat.. :P
Showing posts with label Speak Out. Show all posts
Showing posts with label Speak Out. Show all posts
Wednesday, September 14, 2011
Tuesday, August 23, 2011
Shari-la Resort Perhentian Island
Sampai di Kuala Besut Jetty, gue meneruskan perjalanan menuju Pulau Perhentian Kecil, Shari-la Resort. Setelah membayar 70RM untuk tiket boat, serta 5RM tax, berangkat lah gue menuju resort. Perjalanan dengan boat memakan waktu sekitar 40 menit. Bukan perjalanan yang menyenangkan, karena body kapal selalu lompat lompat membentur ombak....
Pantat gue biru biru deh.
Sakit euiiiii... Tapi seru juga sih..
Sekitar 3 bulan sebelumnya teman gue sudah book 3 chalet di Shari-la Resort. Karena terletak di sisi barat, Shari-la terbaik untuk melihat sunset. Tidak bising karena jarang backpackers mabuk yang berteriak riuh di malam hari. Dan yang paling penting mereka mempunyai 5 star PADI, Quiver Dive team.
Pada saat reserve chalet, sempat mengalami "vomit blood"
karena respond dari staff Shari-la Resort ini. Tanggapan mereka super minim. Susah bener berkomunikasi. Email sudah sangat mendetail dengan bahasa yang amat sangat jelas.. Tetap saja ditanggapi ngawur. Ga nolong deh pokoknya. Bener bener makan ati pada saat book hotel serta mengatur transportasi. Sampai harus confirm puluhan email. Wew... Untung setiba di sana semua berjalan dengan lancar.
Turun di jetty Shari-la, tidak nampak staff hotel yang menolong untuk membawakan luggage, jadi gue menanjak bersama koper sendirian menuju receptionist. Setelah mendapatkan kunci chalet, lagi lagi gue sendiri menggerek koper. Padahal kalo di Indo di bawain... Untung cuman 1 biji, kalo segambreng bisa pingsan di jalan.... Lumayan jauh tuh jaraknya.

Akhirnya sampai di chalet (230RM/Night) gue yang.... Kecil... Se ala kadarnya... Ga ada alat untuk memasak air panas (Bisa minta termos air panas di receptionist). Ada kipas angin, namun ac rusak. Dan ga bisa tuker chalet berhubung fully booked, gue harus menanti sampai ada yang check out.
Di pulau ini... Gue menemukan banyak binatang liar yang di biarkan berkeliaran. Sempat hampir ke injek seekor komodo kecil, dan dengan beraninya gue lengkahin...

Kecilllll itu mahhh.....
Tetapi... Begitu melihat komodo gendut berukuran 1,2 meter.... Gue ga brani kemana mana sendirian...
Gileee Saking terobsesi ama komodo, akar pohon mencuat pun bisa bikin gue jantungan. Soalnya komodo di Indonesia makan daging dan bisa mencaplok manusia. Gue nanya ke receptionist, mereka bilang komodo di lepas gitu aza karena komodo Malay vegetarian... Tetep aza itu komodo gitu looooo.... Sulit percaya gue kalo mereka vegetarian. Emang nya agama mereka Buddhist apa???
Selain menemukan komodo, ada juga monyet, serta ular hijau. Ahhh.. Ular hijau itu mengingat kan gue pada seseorang. Pada hari ke 3, receptionist mengabarkan kalo gue bisa pindah chalet. Tetapi harus saat itu juga ngungsi, secepatnya. Kebetulan juga saat itu gue lagi nguber kelas diving, dan para diver yang 1 boat sama gue udah pada nungguin. Bingung karena harus secepatnya mindahin barang gue and barang roommate sendirian ke chalet yang baru.
Receptionist memberikan tugas kepada Mr J (Western guy who work for Shari-la), to assist me, menunjukkan kamar dan bantu gue mindahin barang. Dalam perjalanan menuju chalet, dia bilang, "I'm just gonna show u the new chalet".
Trus gue bilang kalo gue butuh bantuan untuk mindahin koper.... Gak nyangka Mr J yang berbadan atletis, ngejawab dengan sangat 'sopan' (Yes.. I'm being sarcastic!).
"Ohhh, u're a strong girl, u can do it by urself"
Suchhhhh a gentleman....!!!!! Trus ga cuman gitu... Dia tiba tiba melihat kehadiran uler hijau di pohon... Kemudian dengan gaya santai klemat klemot, dia mengamati uler tersebut.... Dan melupakan gue yang bengong dengan kelakuannya....
Mana yang katanya mo nunjukin kamar gue????!!!...
Gileee, baekkk benerrrr dehhh... Mana gue udah telat... Langsung gue tinggalin bule cacat itu, nyari chalet sendiri, dan sibuk tunggang langgang mindahin barang. Untung ga lama roommate gue datang, dan ikutan migrah... Dihari Mr J mendapat tittle "Bum" dari roommate gue itulah, gue mendapatkan chalet baru yang sejuk dengan ac.

Selain kejadian naas itu Shari-la resort cukup menyenangkan. Pasir yang bersih, gradiasi warna laut yang indah. Sunset yang mengagumkan. Sayangnya gue ga sempet untuk moto moto sunset, sibuk belajar diving. Waktu menjelang sunset harus secepatnya ke jembatan jetty, karena disana lokasi terbaik. Matahari terbenam perlahan, romantisss dahhhh. Ga heran banyak tamu yang honeymoon disini.
Breakfast di hotel setiap pagi, menurut gue kurang bervariasi. Menu nya itu itu saja. 4 hari breakfast gue membosankan..

Hampir sejenis, dan rasanya kurang. Ada juga tukang goreng telur, tapi mesti bayar lagi. Scramble egg 3RM. Omelette 7RM.
Mereka menyediakan BBQ for dinner... Restaurant Shari-la nyaman with dazzling view... Tapi rada pricey.
Turun tangga keluar sedikit terlihat banyak restaurant berjejer (Mama, Amelia, Ewan, Maya..etc). Makanan di luar Shari-la ini lebih murah, enak dan banyak pilihan. Letaknya juga langsung menghadap ke laut. Malam hari, mereka menyediakan BBQ. Cuman mo rela nungguin lama...bisa sejam karena tempat ini dipadati pengunjung. Recommended Barracuda Set nya!!! Western food nya juga manteb.
Kebanyakan tamu pergi keluar Shari-la untuk makan. Salah satu tempat makan malam yang hip adalah Long beach. Maka dengan rasa penasaran, gue berkunjung ke sana. Kata nya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Shari-la. Ternyata Long Beach bener bener long long longggg way... Mungkin karena kaki asia gue yang pendek, jadi membutuhkan waktu 20 menit.

Daki gunung, masuk utan, gelap, jalan setapak yang kecil. Kalo kesana, sebaiknya bawa senter deh... Ga tau binatang apa aza yang bersembunyi di balik rumput. Perjalanan yang... Menegangkan.

Sampai di Long beach, nampak jejeran restaurant dengan tempat duduk berlesehan di atas pasir. Beberapa restaurant with sea view. Juga terdapat tempat clubbing..
Di Pulau Perhentian ini juga terdapat banyak kegiatan selain diving or snorkeling. Bisa kayaking...
Main main di pantai. Naik ke puncak bukit. Banyak lokasi untuk camwhoring. Tersedia juga tempat untuk massage, wifi dan sewa buku.
Kebanyakan tamu berasal dari Europe, Malaysia dan segelintir Korea. Orang Indonesia amat langka. Afterall pengalaman gue cukup menyenangkan di Shari-la Resort. Dapat banyak teman baru dari berbagai benua.. Orang orang yang ramah, kecuali ang moh sinting yang ngeliatin uler. Menatap langit biru bersih, wangi laut.. Jernih Bening... Tiap hari makan dive makan dive makan dive tidur.... Ahhhhhh mo balikkkk kesanaaaa...



Ps: All these fabulous images were taken by Yean Ching, Sinmeun How, Neena, Shan and Jane. Enjoy the slideshowww...
http://www.shari-la.com/
Pantat gue biru biru deh.
Sekitar 3 bulan sebelumnya teman gue sudah book 3 chalet di Shari-la Resort. Karena terletak di sisi barat, Shari-la terbaik untuk melihat sunset. Tidak bising karena jarang backpackers mabuk yang berteriak riuh di malam hari. Dan yang paling penting mereka mempunyai 5 star PADI, Quiver Dive team.
Pada saat reserve chalet, sempat mengalami "vomit blood"
Turun di jetty Shari-la, tidak nampak staff hotel yang menolong untuk membawakan luggage, jadi gue menanjak bersama koper sendirian menuju receptionist. Setelah mendapatkan kunci chalet, lagi lagi gue sendiri menggerek koper. Padahal kalo di Indo di bawain... Untung cuman 1 biji, kalo segambreng bisa pingsan di jalan.... Lumayan jauh tuh jaraknya.
Akhirnya sampai di chalet (230RM/Night) gue yang.... Kecil... Se ala kadarnya... Ga ada alat untuk memasak air panas (Bisa minta termos air panas di receptionist). Ada kipas angin, namun ac rusak. Dan ga bisa tuker chalet berhubung fully booked, gue harus menanti sampai ada yang check out.
Di pulau ini... Gue menemukan banyak binatang liar yang di biarkan berkeliaran. Sempat hampir ke injek seekor komodo kecil, dan dengan beraninya gue lengkahin...
Kecilllll itu mahhh.....
Tetapi... Begitu melihat komodo gendut berukuran 1,2 meter.... Gue ga brani kemana mana sendirian...
Selain menemukan komodo, ada juga monyet, serta ular hijau. Ahhh.. Ular hijau itu mengingat kan gue pada seseorang. Pada hari ke 3, receptionist mengabarkan kalo gue bisa pindah chalet. Tetapi harus saat itu juga ngungsi, secepatnya. Kebetulan juga saat itu gue lagi nguber kelas diving, dan para diver yang 1 boat sama gue udah pada nungguin. Bingung karena harus secepatnya mindahin barang gue and barang roommate sendirian ke chalet yang baru.
Receptionist memberikan tugas kepada Mr J (Western guy who work for Shari-la), to assist me, menunjukkan kamar dan bantu gue mindahin barang. Dalam perjalanan menuju chalet, dia bilang, "I'm just gonna show u the new chalet".
Trus gue bilang kalo gue butuh bantuan untuk mindahin koper.... Gak nyangka Mr J yang berbadan atletis, ngejawab dengan sangat 'sopan' (Yes.. I'm being sarcastic!).
"Ohhh, u're a strong girl, u can do it by urself"
Suchhhhh a gentleman....!!!!! Trus ga cuman gitu... Dia tiba tiba melihat kehadiran uler hijau di pohon... Kemudian dengan gaya santai klemat klemot, dia mengamati uler tersebut.... Dan melupakan gue yang bengong dengan kelakuannya....
Mana yang katanya mo nunjukin kamar gue????!!!...
Gileee, baekkk benerrrr dehhh... Mana gue udah telat... Langsung gue tinggalin bule cacat itu, nyari chalet sendiri, dan sibuk tunggang langgang mindahin barang. Untung ga lama roommate gue datang, dan ikutan migrah... Dihari Mr J mendapat tittle "Bum" dari roommate gue itulah, gue mendapatkan chalet baru yang sejuk dengan ac.
Selain kejadian naas itu Shari-la resort cukup menyenangkan. Pasir yang bersih, gradiasi warna laut yang indah. Sunset yang mengagumkan. Sayangnya gue ga sempet untuk moto moto sunset, sibuk belajar diving. Waktu menjelang sunset harus secepatnya ke jembatan jetty, karena disana lokasi terbaik. Matahari terbenam perlahan, romantisss dahhhh. Ga heran banyak tamu yang honeymoon disini.
Breakfast di hotel setiap pagi, menurut gue kurang bervariasi. Menu nya itu itu saja. 4 hari breakfast gue membosankan..
Hampir sejenis, dan rasanya kurang. Ada juga tukang goreng telur, tapi mesti bayar lagi. Scramble egg 3RM. Omelette 7RM.
Mereka menyediakan BBQ for dinner... Restaurant Shari-la nyaman with dazzling view... Tapi rada pricey.
Turun tangga keluar sedikit terlihat banyak restaurant berjejer (Mama, Amelia, Ewan, Maya..etc). Makanan di luar Shari-la ini lebih murah, enak dan banyak pilihan. Letaknya juga langsung menghadap ke laut. Malam hari, mereka menyediakan BBQ. Cuman mo rela nungguin lama...bisa sejam karena tempat ini dipadati pengunjung. Recommended Barracuda Set nya!!! Western food nya juga manteb.
Kebanyakan tamu pergi keluar Shari-la untuk makan. Salah satu tempat makan malam yang hip adalah Long beach. Maka dengan rasa penasaran, gue berkunjung ke sana. Kata nya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Shari-la. Ternyata Long Beach bener bener long long longggg way... Mungkin karena kaki asia gue yang pendek, jadi membutuhkan waktu 20 menit.
Daki gunung, masuk utan, gelap, jalan setapak yang kecil. Kalo kesana, sebaiknya bawa senter deh... Ga tau binatang apa aza yang bersembunyi di balik rumput. Perjalanan yang... Menegangkan.
Sampai di Long beach, nampak jejeran restaurant dengan tempat duduk berlesehan di atas pasir. Beberapa restaurant with sea view. Juga terdapat tempat clubbing..
Di Pulau Perhentian ini juga terdapat banyak kegiatan selain diving or snorkeling. Bisa kayaking...
Main main di pantai. Naik ke puncak bukit. Banyak lokasi untuk camwhoring. Tersedia juga tempat untuk massage, wifi dan sewa buku.
Kebanyakan tamu berasal dari Europe, Malaysia dan segelintir Korea. Orang Indonesia amat langka. Afterall pengalaman gue cukup menyenangkan di Shari-la Resort. Dapat banyak teman baru dari berbagai benua.. Orang orang yang ramah, kecuali ang moh sinting yang ngeliatin uler. Menatap langit biru bersih, wangi laut.. Jernih Bening... Tiap hari makan dive makan dive makan dive tidur.... Ahhhhhh mo balikkkk kesanaaaa...
Ps: All these fabulous images were taken by Yean Ching, Sinmeun How, Neena, Shan and Jane. Enjoy the slideshowww...
http://www.shari-la.com/
Sunday, August 21, 2011
Quiver Dive Team Perhentian Island
I 'm always amazed whenever I see divers. Para penyelam dengan gadget yang keren jungkir balik nyebur dari kapal, melihat dunia lain di bawah laut. Terinspirasi dari sana, maka gue memutuskan untuk belajar diving. Brangkat lah gue ke Quiver Dive di Pulau Perhentian. Tempat yang konon meraih berbagai macam penghargaan, seperti yang di tulis di website mereka :
http://quiver-perhentian.com/
Setiba disana, gue mendapatkan seperangkat buku PADI open water diver manual. Langsung di hari pertama itu, gue di gembleng, mempelajari video diving, di berikan quiz yang banyak, serta exam pada malam harinya. Non-stop!!! Lumayan mabok sih ngapalin buku nya. Apalagi ulangannya pake bahasa Inggris.... Mampussss!
Pada hari kedua... Gue bersama 3 calon diver lainnya (Esther, Eunice, Yean Ching. Malay yang tinggal di Singapore), di cemplungin ke laut... Test kesanggupan berenang 200M dan ngambang selama 10 menit. Di lanjutkan dengan snorkeling. Kemudian dive 3M-8M. Rupanya ga cuman gue yang shock dengan rutinitas berat tersebut.... Dua teman seperjuangan gue sampe muntah muntah dan ga sanggup di session awal. Padahal mereka lebih sporty di banding gue.
Ga hanya berat untuk pemula, juga berat untuk teman diver ber licences seperti Neena, Jane and Shan. "Ini bootcamp!!! Serasa ikut army..." kata mereka. Peraturan di Quiver Dive ini rada berat dan amat strict. Biasanya di tempat lain, tank cylinder, peralatan lain sudah di boat dan di pasangin. Para diver tinggal pake trus nyelem deh. Ini kagaaaaa... Disini benar benar harus tahan banting, ga bakal di manja. Ga ada jalan pintas nembak license kaya di Indo. Harus angkat tank sendiri, pasang alat alat nya, check BCD, regulator, pasang weight belt, nyari fin, nyari wetsuit, nyari mask... Semua pasang sendiri tanpa bantuan. Biasanya mereka sehari sanggup 4-5 kali dives... Disini hanya 2-3 dives
Kemudian yang paling berat adalah...... Jreng jrenggggg... Lo harus pake semua itu di daratan (Asal tau aze yeee.. Itu tank beratnya minta ampun, tinggi tanknya ama gue ampir sama!!! Nambah weight belt, mana banyak gurita lagihhh). Trus lo harus jalan jauhhhhh banget, ke shore ato ke jetty, naek turun tangga... Bawa itu semua!!! Setelah selesai menyelam juga lo harus gendong semua peralatan itu balik ke Quiver Dive, dan harus pretelin satu satu... Mencuci bersih semua peralatan, dan menyimpannya di storage room. (Oooo Maaiii Gaaat deh.. Bener bener siksaan)
Bisa bayangin ga sih? Roommate gue yang uda sering nyelem aza trauma shiokkk. Apalagi untuk pemula kaya gue??? Sempet di hari ke dua gue mikir... Kayanya gue ga lulus deh... Ini cobaan terlalu berat. Sampe uda mo pingsan di hari ke dua. Badan rasanya rontok semua. Untungnya instructor gue baik sekali. Peter Brix (Denmark), banyak nolong dan sabar sabar ngadepin gue yang manja. Responsible, highly recommended instructor. Berkat kesabaran Peter, gue bisa melewati hari itu dengan gemilang. Disuru copot mask, pake mask, berkali kali di dalem air yang asin nya minta ampun. Paling sebel sama ujian bongkar pasang mask ini... Tapi ajaibnya gue bisa melakukannya dengan lancar.. Tukeran regulator ama buddy, share alternate airsource, ngatur buoyancy, fin pivot dan masih banyak lagi... Sempet ketelen salt water brapa kali tuh... Bahhh makan malem ga usah pake garem lagi... Uda cukup Yodium di tubuh gue.
Hari ke tiga, stamina gue mulai membaik. Entah kenapa jalan jauh naik turun tangga bawa cylinder udah ga kerasa berat lagi. Pasang peralatan juga lebih cepat... Tinggal.. Settt setttt settt... Selesai.. Ciehhhh... Hari itu gue bersama teman seperjuangan naik boat dan dicemplungin di kedalaman 8M-10M. Kali ini Peter menambah satu instructor lagi, Jennie Ball (London). Sehingga 2 orang di pegang 1 instructor supaya lebih aman. Kembali diberikan berbagai macam test seperti pada hari ke dua. Lumayan berat sampai sampai salah satu teman muntah muntah. Karena ombak yang tak bersahabat. Tapi kita semua lulus dengan gemilang.
Hari terakhir yang paling menyenangkan. Pengalaman pertama gue jungkir balik dari boat, liat langit tau tau byurrrr... di laut hehehehe. Selain itu, kali ini bisa menyelam bareng bareng Neena... Sedalam 18M. Melihat aneka macam ikan, coral, nudybranch unik dan lucu lucu... Wowwww benar benar menakjubkan. Belajar navigasi dalam laut. Dannnnn lulus jadi a certified PADI diver... Yuuuupieeee lompat lompat.
Tapi belum selesai sampai disitu, gue mengambil session tambahan yaitu Peak Performance Buoyancy. Dengan lulus test tambahan ini, gue mendapatkan surat rekomendasi agar lebih mudah upgrade ke tingkat advance. Disini gue belajar somersault. Menjadi teknik ter favorite gue... Karena di darat gue ga mampu somersault layaknya pemain bola. Upside down di dalam laut benar benar buat ketagihan. Gue juga diajarin yoga... Serta bolak balik masuk lingkeran untuk mengatur keseimbangan (Dilatih kaya dolphin kata Neena... Ishhhhhh).
Akhirnya setelah 4 hari di gembleng... 5 kali dives. Gue mendapatkan license. (Total PADI = 1200RM). Dan jujur, gue merasa bangga ama diri gue sendiri. Walau bersusah payah sampe menderita, tapi amat menyenangkan. Perasaan dapet skill baru, achieve sumthin... Great experience... Ga terlupakan deh. Buat para pemula, quiver dive benar benar tempat yang tepat untuk menjadi seorang diver. Disiplin mereka yang ketat, membuat elo jadi a better diver. Kenal akrab dengan bongkar pasang peralatan. Dan ga buat lo jadi diver yang manja. Tempat dimana para diver dari berbagai benua berkumpul. Jempolan deh 5 star PADI Quiver Dive Team. Haishhhh gue jadi sakaw mo nyebur ke salt water...
http://quiver-perhentian.com/
Setiba disana, gue mendapatkan seperangkat buku PADI open water diver manual. Langsung di hari pertama itu, gue di gembleng, mempelajari video diving, di berikan quiz yang banyak, serta exam pada malam harinya. Non-stop!!! Lumayan mabok sih ngapalin buku nya. Apalagi ulangannya pake bahasa Inggris.... Mampussss!
Pada hari kedua... Gue bersama 3 calon diver lainnya (Esther, Eunice, Yean Ching. Malay yang tinggal di Singapore), di cemplungin ke laut... Test kesanggupan berenang 200M dan ngambang selama 10 menit. Di lanjutkan dengan snorkeling. Kemudian dive 3M-8M. Rupanya ga cuman gue yang shock dengan rutinitas berat tersebut.... Dua teman seperjuangan gue sampe muntah muntah dan ga sanggup di session awal. Padahal mereka lebih sporty di banding gue.
Ga hanya berat untuk pemula, juga berat untuk teman diver ber licences seperti Neena, Jane and Shan. "Ini bootcamp!!! Serasa ikut army..." kata mereka. Peraturan di Quiver Dive ini rada berat dan amat strict. Biasanya di tempat lain, tank cylinder, peralatan lain sudah di boat dan di pasangin. Para diver tinggal pake trus nyelem deh. Ini kagaaaaa... Disini benar benar harus tahan banting, ga bakal di manja. Ga ada jalan pintas nembak license kaya di Indo. Harus angkat tank sendiri, pasang alat alat nya, check BCD, regulator, pasang weight belt, nyari fin, nyari wetsuit, nyari mask... Semua pasang sendiri tanpa bantuan. Biasanya mereka sehari sanggup 4-5 kali dives... Disini hanya 2-3 dives
Kemudian yang paling berat adalah...... Jreng jrenggggg... Lo harus pake semua itu di daratan (Asal tau aze yeee.. Itu tank beratnya minta ampun, tinggi tanknya ama gue ampir sama!!! Nambah weight belt, mana banyak gurita lagihhh). Trus lo harus jalan jauhhhhh banget, ke shore ato ke jetty, naek turun tangga... Bawa itu semua!!! Setelah selesai menyelam juga lo harus gendong semua peralatan itu balik ke Quiver Dive, dan harus pretelin satu satu... Mencuci bersih semua peralatan, dan menyimpannya di storage room. (Oooo Maaiii Gaaat deh.. Bener bener siksaan)
Bisa bayangin ga sih? Roommate gue yang uda sering nyelem aza trauma shiokkk. Apalagi untuk pemula kaya gue??? Sempet di hari ke dua gue mikir... Kayanya gue ga lulus deh... Ini cobaan terlalu berat. Sampe uda mo pingsan di hari ke dua. Badan rasanya rontok semua. Untungnya instructor gue baik sekali. Peter Brix (Denmark), banyak nolong dan sabar sabar ngadepin gue yang manja. Responsible, highly recommended instructor. Berkat kesabaran Peter, gue bisa melewati hari itu dengan gemilang. Disuru copot mask, pake mask, berkali kali di dalem air yang asin nya minta ampun. Paling sebel sama ujian bongkar pasang mask ini... Tapi ajaibnya gue bisa melakukannya dengan lancar.. Tukeran regulator ama buddy, share alternate airsource, ngatur buoyancy, fin pivot dan masih banyak lagi... Sempet ketelen salt water brapa kali tuh... Bahhh makan malem ga usah pake garem lagi... Uda cukup Yodium di tubuh gue.
Hari ke tiga, stamina gue mulai membaik. Entah kenapa jalan jauh naik turun tangga bawa cylinder udah ga kerasa berat lagi. Pasang peralatan juga lebih cepat... Tinggal.. Settt setttt settt... Selesai.. Ciehhhh... Hari itu gue bersama teman seperjuangan naik boat dan dicemplungin di kedalaman 8M-10M. Kali ini Peter menambah satu instructor lagi, Jennie Ball (London). Sehingga 2 orang di pegang 1 instructor supaya lebih aman. Kembali diberikan berbagai macam test seperti pada hari ke dua. Lumayan berat sampai sampai salah satu teman muntah muntah. Karena ombak yang tak bersahabat. Tapi kita semua lulus dengan gemilang.
Hari terakhir yang paling menyenangkan. Pengalaman pertama gue jungkir balik dari boat, liat langit tau tau byurrrr... di laut hehehehe. Selain itu, kali ini bisa menyelam bareng bareng Neena... Sedalam 18M. Melihat aneka macam ikan, coral, nudybranch unik dan lucu lucu... Wowwww benar benar menakjubkan. Belajar navigasi dalam laut. Dannnnn lulus jadi a certified PADI diver... Yuuuupieeee lompat lompat.
Tapi belum selesai sampai disitu, gue mengambil session tambahan yaitu Peak Performance Buoyancy. Dengan lulus test tambahan ini, gue mendapatkan surat rekomendasi agar lebih mudah upgrade ke tingkat advance. Disini gue belajar somersault. Menjadi teknik ter favorite gue... Karena di darat gue ga mampu somersault layaknya pemain bola. Upside down di dalam laut benar benar buat ketagihan. Gue juga diajarin yoga... Serta bolak balik masuk lingkeran untuk mengatur keseimbangan (Dilatih kaya dolphin kata Neena... Ishhhhhh).
Akhirnya setelah 4 hari di gembleng... 5 kali dives. Gue mendapatkan license. (Total PADI = 1200RM). Dan jujur, gue merasa bangga ama diri gue sendiri. Walau bersusah payah sampe menderita, tapi amat menyenangkan. Perasaan dapet skill baru, achieve sumthin... Great experience... Ga terlupakan deh. Buat para pemula, quiver dive benar benar tempat yang tepat untuk menjadi seorang diver. Disiplin mereka yang ketat, membuat elo jadi a better diver. Kenal akrab dengan bongkar pasang peralatan. Dan ga buat lo jadi diver yang manja. Tempat dimana para diver dari berbagai benua berkumpul. Jempolan deh 5 star PADI Quiver Dive Team. Haishhhh gue jadi sakaw mo nyebur ke salt water...
Monday, August 15, 2011
Bus Transnasional Singapore - Kota Bahru ( Jerteh - Kuala Besut Jetty)
Ini pengalaman gue naik bus Transnasional sendirian dari Singapore ke Malaysia... Curhat!!!
Jangan baca kalo ga mo tau...
Gue liburan ke Malay. Tepat nya ke pulau Perhentian. Tiket bus Sg - Malay sudah di beli dari 3 bulan sebelumnya. Karena temen gue masi pada bekerja, jadi lah gue berangkat sendirian ke Malaysia. Teman gue bakal menyusul keesokan harinya.
Di tiket tertulis, bus station di Lavender. Gue naik bus biasa dan turun di Lavender station, bersebrangan dengan V Hotel. Sambil menggerek koper, celingak celingukan, ga nampak 1 bus Transnasional satu pun. Berbekal tiket itu, gue nanya satu per satu singaporean yang lewat... Guess what...!!! Ga ada satu pun yang tau menyangkut Transnasional bus station.
Waktu keberangkatan bus mepet, gue lari lari turun ke MRT. Gue pikir disana mungkin ada yang bisa bantu.... Ternyata kagaaa!!! Ga satu pun petugas MRT yang pernah denger mengenai bus Transnasional.
Kebingungan... Panic... Sambil tetep nanya tiap orang yang lewat... Akhirnya gue menemukan seseorang berkebangsaan Malay, yang bekerja di Singapore. Dan dia tau dimana letak station Transnasional bus!!!! Lucky!!!
Letak nya berbeda 2 station dari V Hotel. Naik bus no 134 ato 135, nyebrang dan ketemu deh bus Transnasional parkir berjejer. Sambil ngos ngos an gue duduk di dalam bus. Phewwwww... Hanya ada 7 penumpang. Suasana sepi sekali.
Bus nya gelap ga ada toilet. AC nya sih dingin bener. Untung gue bawa jaket dan selimut... Disediakan selimut juga di tempat duduk, tapi tetap saja dingin. Pakai kaos kaki cuman nolong dikit. Ada juga penumpang yang pakai celana pendek... Brrrr... Gue yang ga tahan dingin kali ya?
Gue sih ga takut berpetualang sendirian... Masa naek kereta ke Jogja sendirian bisa, di Singapore yang terkenal aman, malah takut??? Ga manja manja, gue tepis semua pikiran buruk. Yes, yg penting gue uda in the bus, on the way ke Malay... Tinggal duduk semalaman tidur, besok nyampe. Aman...
Bus berangkat dari Singapore jam 7an, ga gitu macet, sehingga cepat sampai perbatasan, keluar dari Singapore. Penumpang disuruh turun 2x di perbatasan Singapore - Malaysia, dengan membawa passport tentunya. Salah satu penumpang yang se bus ama gue di tahan. Wondering kenapa? Gue tanya ke temen nya yang bertampang bingung bingung juga.
Pas gue tanya pake bahasa Inggris... Dia gagu gagu... Cuman jawab "Aaa... aa" Trus diem sambil megangin jidat. Tuker, gue tanya pake bahasa Chinese... Dia malah makin bengong... Udah ngeliat gelagat gini, langsung gue tanya pake bahasa Korea.
Ternyata 2 cewe ini... Benar asal Korea. Lucu nya mereka ga bisa bahasa Inggris sedikit pun, ga bisa Chinese.... Apalagi Melayuu??? Jadi hanya ber modal nekad doank pergi tamasya. Isi kartu arrival aza ga bisa. Sopir bus yang berbahasa Malay juga jadi bingung nungguin dia dilepas petugas imigrasi, ga bisa berkomunikasi. Untungnya, gue kebanyakan nonton drama Korea, jadi bisa ngomong ma mereka, translate Malay - Korea. Ciehhhhhhh...
Kayanya mereka anggep gue language expertise deh. Soalnya mereka lihat gue ngomong bahasa Inggris sambil tepok tangan (Padahal pas pas an wkwkwkwk... Andai mereka tahu), terkagum kagum lihat gue ngomong Chinese (Hihihi Chinese logat Indo dan patah patah), Melayu juga bisa (Ya iyalaaa bahasa Indo kan mirip mirip), Korea gue membuat mereka terpana (Padahal grammar nya ngasal... Ternyata ada untungnya juga tergila gila ma Lee Min Ho). Berkat kejadian ini, dalam hati gue berjanji akan belajar bahasa asing dengan lebih baik lagi... Bahasa ternyata penting!!!!!
Setelah cewe Korea yang di tahan petugas imigrasi dikembalikan, maka perjalanan pun berlanjut. 2 cewe Korea itu ternyata satu tujuan dengan gue, Kuala Besut jetty. Tetapi berbeda pulau tujuan. Sempet gue nanya... Kenapa begitu nekad jalan jalan? Di jawab : Karena seru....
Iseng iseng gue juga nanya ke 3 uncle Singaporean yg duduk berdekatan, hendak kemana? Ngapain? Ternyata mereka mau ke Thailand. Membawa tas berisikan DSLR canggih dengan lens besar seperti teropong, Canon L lens series. Ternyata mereka hobby memotret aneka unggas...!!! Hobby yang unik. Dan setelah mereka tahu gue berasal dari Indonesia, dengan antusias mereka menceritakan aneka unggas yang unik dan pemandangan alam di Indonesia. Mereka amat kagum dengan keindahan Indonesia.
Bus pun melaju terus masuk Malaysia dan tak lama bus berhenti di station Johor Bahru. Berhenti sebentar agar penumpang dapat ke tandas (toilet). Setelah penumpang kembali duduk. Sopir Malaysia nampak kebingungan sambil menggeracak, mencari sesuatu sambil berteriak teriak dengan temannya. Ternyata...... Kunci bus.... Hilang...
Setelah kurang lebih setengah jam... Kunci ditemukan... Di bawah bus berlumurkan tanah. Setelah menemukan kunci, sopir bus Transnasional pun men starter bus. Sayangnya... Bus mogok, tak bisa di starter... Para penumpang mulai menggerutu, dan bertampang masam.. Termasuk gue. Jelassss lah, gue kan ga mo telat sampai ke tujuan gue besok pagi. Mana sudah jam 10 malam... Haishhhh
Setelah 1 jam lebih... Menunggu mechanic bus yang katanya sudah dalam perjalanan.. Ada bus Transnasional lain yang tiba. Kebetulan tujuan bus tersebut juga sama. Bus lokal, Johor Bahru - Kota Bahru. Karena penumpang di bus yg rusak hanya 7 orang, muat lah di pindah ke bus baru ini, yang isinya rata rata orang Malaysia. Mulai deh pindah pindah koper ke bus baru. Dan gue duduk di deretan paling depan. Bersebelahan dengan seorang cewe singaporean dari bus rusak. Merasa senasib pergi sendirian dan penasaran, gue pun memulai percakapan... Sapa namanya, asal mana, mo kemana, liburan?
Ternyata dia juga hendak pergi ke tujuan yang sama, ke Kuala Besut Jetty. Namun juga berbeda pulau tujuan. Dia kesana sendirian untuk ambil jurusan menjadi instructor diving. Kerennnnn yakssss.
Bus Transnasional ini melaju dengan cepat. Sopir bus Transnasional ini.... Makan sambil nyetir... Dan jam 1 pagi... Ketika jalanan lenggang dia dengan kecepatan tinggi melaju... Sambil makan ngemil snack. Yah... Makannya sih gue ga masalah. Cuman... Kantong snack nya jatuh melulu, dan dia bungkuk berusaha meraih kantong, sambil menyetir, dan di tikungan.... ada kali jatoh 7x, gue yg duduk depan saking ngerinya, melototin jalanan... Ga bisa tidur. Ada ada azaaa.
Bus ada berhenti untuk ke tandas beberapa kali. Banyak yang jual makanan di setiap perhentian. Tanpa halangan bus pun sampai di Jerteh Station pukul 7 pagi. Total perjalanan sekitar 12 jam. Bila hendak ke pulau Perhentian (Kuala Besut Jetty), sebaiknya turun di station Jerteh. Karena jaraknya lebih dekat dibanding turun di Kota Bahru station. Segera gue turun.... Dan berteriak memanggil 2 cewe Korea yang terlelap tidur.... Mereka betul betul nyenyak!!!! Sampai bingung bingung pas gue paksa bangunin hahahaha.... Bersama 1 Singaporean dan 2 Korean, gue menyewa kereta (taxi) menuju Kuala besut Jetty. Harga nya sekitar 30RM untuk 1 taxi. Dan...... 2 Korea ini.... Ga bawa duit Malaysia buat bayar Hotel dan tiket bus pulang nanti. Minta tolong gue anterin ke ATM.... Goshhhhhhhhhhh. Betul betul perjalanan yang tak terlupakan
Jangan baca kalo ga mo tau...
Address: Lavender Street Junction Off Kallang Bahru Singapore 338750
Bus Pickup Point: Lavendar Street
Tel No: +65 6294 7035
Website: http://www.transnasional.com.my/
Bus Pickup Point: Lavendar Street
Tel No: +65 6294 7035
Website: http://www.transnasional.com.my/
Gue liburan ke Malay. Tepat nya ke pulau Perhentian. Tiket bus Sg - Malay sudah di beli dari 3 bulan sebelumnya. Karena temen gue masi pada bekerja, jadi lah gue berangkat sendirian ke Malaysia. Teman gue bakal menyusul keesokan harinya.
Di tiket tertulis, bus station di Lavender. Gue naik bus biasa dan turun di Lavender station, bersebrangan dengan V Hotel. Sambil menggerek koper, celingak celingukan, ga nampak 1 bus Transnasional satu pun. Berbekal tiket itu, gue nanya satu per satu singaporean yang lewat... Guess what...!!! Ga ada satu pun yang tau menyangkut Transnasional bus station.
Waktu keberangkatan bus mepet, gue lari lari turun ke MRT. Gue pikir disana mungkin ada yang bisa bantu.... Ternyata kagaaa!!! Ga satu pun petugas MRT yang pernah denger mengenai bus Transnasional.
Kebingungan... Panic... Sambil tetep nanya tiap orang yang lewat... Akhirnya gue menemukan seseorang berkebangsaan Malay, yang bekerja di Singapore. Dan dia tau dimana letak station Transnasional bus!!!! Lucky!!!
Letak nya berbeda 2 station dari V Hotel. Naik bus no 134 ato 135, nyebrang dan ketemu deh bus Transnasional parkir berjejer. Sambil ngos ngos an gue duduk di dalam bus. Phewwwww... Hanya ada 7 penumpang. Suasana sepi sekali.
Bus nya gelap ga ada toilet. AC nya sih dingin bener. Untung gue bawa jaket dan selimut... Disediakan selimut juga di tempat duduk, tapi tetap saja dingin. Pakai kaos kaki cuman nolong dikit. Ada juga penumpang yang pakai celana pendek... Brrrr... Gue yang ga tahan dingin kali ya?
Gue sih ga takut berpetualang sendirian... Masa naek kereta ke Jogja sendirian bisa, di Singapore yang terkenal aman, malah takut??? Ga manja manja, gue tepis semua pikiran buruk. Yes, yg penting gue uda in the bus, on the way ke Malay... Tinggal duduk semalaman tidur, besok nyampe. Aman...
Bus berangkat dari Singapore jam 7an, ga gitu macet, sehingga cepat sampai perbatasan, keluar dari Singapore. Penumpang disuruh turun 2x di perbatasan Singapore - Malaysia, dengan membawa passport tentunya. Salah satu penumpang yang se bus ama gue di tahan. Wondering kenapa? Gue tanya ke temen nya yang bertampang bingung bingung juga.
Pas gue tanya pake bahasa Inggris... Dia gagu gagu... Cuman jawab "Aaa... aa" Trus diem sambil megangin jidat. Tuker, gue tanya pake bahasa Chinese... Dia malah makin bengong... Udah ngeliat gelagat gini, langsung gue tanya pake bahasa Korea.
Ternyata 2 cewe ini... Benar asal Korea. Lucu nya mereka ga bisa bahasa Inggris sedikit pun, ga bisa Chinese.... Apalagi Melayuu??? Jadi hanya ber modal nekad doank pergi tamasya. Isi kartu arrival aza ga bisa. Sopir bus yang berbahasa Malay juga jadi bingung nungguin dia dilepas petugas imigrasi, ga bisa berkomunikasi. Untungnya, gue kebanyakan nonton drama Korea, jadi bisa ngomong ma mereka, translate Malay - Korea. Ciehhhhhhh...
Kayanya mereka anggep gue language expertise deh. Soalnya mereka lihat gue ngomong bahasa Inggris sambil tepok tangan (Padahal pas pas an wkwkwkwk... Andai mereka tahu), terkagum kagum lihat gue ngomong Chinese (Hihihi Chinese logat Indo dan patah patah), Melayu juga bisa (Ya iyalaaa bahasa Indo kan mirip mirip), Korea gue membuat mereka terpana (Padahal grammar nya ngasal... Ternyata ada untungnya juga tergila gila ma Lee Min Ho). Berkat kejadian ini, dalam hati gue berjanji akan belajar bahasa asing dengan lebih baik lagi... Bahasa ternyata penting!!!!!
Setelah cewe Korea yang di tahan petugas imigrasi dikembalikan, maka perjalanan pun berlanjut. 2 cewe Korea itu ternyata satu tujuan dengan gue, Kuala Besut jetty. Tetapi berbeda pulau tujuan. Sempet gue nanya... Kenapa begitu nekad jalan jalan? Di jawab : Karena seru....
Iseng iseng gue juga nanya ke 3 uncle Singaporean yg duduk berdekatan, hendak kemana? Ngapain? Ternyata mereka mau ke Thailand. Membawa tas berisikan DSLR canggih dengan lens besar seperti teropong, Canon L lens series. Ternyata mereka hobby memotret aneka unggas...!!! Hobby yang unik. Dan setelah mereka tahu gue berasal dari Indonesia, dengan antusias mereka menceritakan aneka unggas yang unik dan pemandangan alam di Indonesia. Mereka amat kagum dengan keindahan Indonesia.
Bus pun melaju terus masuk Malaysia dan tak lama bus berhenti di station Johor Bahru. Berhenti sebentar agar penumpang dapat ke tandas (toilet). Setelah penumpang kembali duduk. Sopir Malaysia nampak kebingungan sambil menggeracak, mencari sesuatu sambil berteriak teriak dengan temannya. Ternyata...... Kunci bus.... Hilang...
Setelah kurang lebih setengah jam... Kunci ditemukan... Di bawah bus berlumurkan tanah. Setelah menemukan kunci, sopir bus Transnasional pun men starter bus. Sayangnya... Bus mogok, tak bisa di starter... Para penumpang mulai menggerutu, dan bertampang masam.. Termasuk gue. Jelassss lah, gue kan ga mo telat sampai ke tujuan gue besok pagi. Mana sudah jam 10 malam... Haishhhh
Setelah 1 jam lebih... Menunggu mechanic bus yang katanya sudah dalam perjalanan.. Ada bus Transnasional lain yang tiba. Kebetulan tujuan bus tersebut juga sama. Bus lokal, Johor Bahru - Kota Bahru. Karena penumpang di bus yg rusak hanya 7 orang, muat lah di pindah ke bus baru ini, yang isinya rata rata orang Malaysia. Mulai deh pindah pindah koper ke bus baru. Dan gue duduk di deretan paling depan. Bersebelahan dengan seorang cewe singaporean dari bus rusak. Merasa senasib pergi sendirian dan penasaran, gue pun memulai percakapan... Sapa namanya, asal mana, mo kemana, liburan?
Ternyata dia juga hendak pergi ke tujuan yang sama, ke Kuala Besut Jetty. Namun juga berbeda pulau tujuan. Dia kesana sendirian untuk ambil jurusan menjadi instructor diving. Kerennnnn yakssss.
Bus Transnasional ini melaju dengan cepat. Sopir bus Transnasional ini.... Makan sambil nyetir... Dan jam 1 pagi... Ketika jalanan lenggang dia dengan kecepatan tinggi melaju... Sambil makan ngemil snack. Yah... Makannya sih gue ga masalah. Cuman... Kantong snack nya jatuh melulu, dan dia bungkuk berusaha meraih kantong, sambil menyetir, dan di tikungan.... ada kali jatoh 7x, gue yg duduk depan saking ngerinya, melototin jalanan... Ga bisa tidur. Ada ada azaaa.
Bus ada berhenti untuk ke tandas beberapa kali. Banyak yang jual makanan di setiap perhentian. Tanpa halangan bus pun sampai di Jerteh Station pukul 7 pagi. Total perjalanan sekitar 12 jam. Bila hendak ke pulau Perhentian (Kuala Besut Jetty), sebaiknya turun di station Jerteh. Karena jaraknya lebih dekat dibanding turun di Kota Bahru station. Segera gue turun.... Dan berteriak memanggil 2 cewe Korea yang terlelap tidur.... Mereka betul betul nyenyak!!!! Sampai bingung bingung pas gue paksa bangunin hahahaha.... Bersama 1 Singaporean dan 2 Korean, gue menyewa kereta (taxi) menuju Kuala besut Jetty. Harga nya sekitar 30RM untuk 1 taxi. Dan...... 2 Korea ini.... Ga bawa duit Malaysia buat bayar Hotel dan tiket bus pulang nanti. Minta tolong gue anterin ke ATM.... Goshhhhhhhhhhh. Betul betul perjalanan yang tak terlupakan
Akhirnya.... Kula Besut Jetty
Demikian lah berakhir petualangan gue menuju Kuala Besut Jetty.... Pusing pusing (Dalam bahasa Malay pusing = jalan, Indo = headache) dengan Transnasional. Wkwkwkwkwkwk
Namun curhat bus Transnasional belum berakhir.... To Be Continue..
Namun curhat bus Transnasional belum berakhir.... To Be Continue..
Thursday, June 30, 2011
In Memoriam : Terri
Anjing, mahluk yang amat menggemaskan, teman yang baik dan setia. Hewan peliharaan bisa membantu mengurangi stress dan melatih diri sendiri untuk lebih disiplin, dan bertanggung jawab.
Ini Terri... Anjing ini ditemukan sama temen gue, setelah dibuang oleh tetangganya. Teman gue menemukannya di jalanan dekat rumah. Membawa pulang Terri. Ternyata Terri sakit liver, dan itu sebabnya dia dibuang ke jalanan. Hari itu juga Terri dibawa ke dokter. Namun Terri sudah ga bisa di tolong lagi, terlambat ketika di temukan, telat di obati, sehingga setelah struggling 2 hari akhirnya dia mati. Teman gue sedih, karena ga menemukan Terri lebih awal.
Anjing itu mahluk yang lucu dan imut, tapi mereka bukan pajangan boneka. Banyak orang yang beli anjing, hanya karena suka melihatnya, demen lucunya, buat ajang pamer, gengsi, menarik perhatian etc. Ga mikir bahwa punya anjing itu perlu di rawat. Perlu di beri kasih sayang, perhatian, waktu bermain, jalan jalan, dijaga kebersihannya, di latih. Bukan beli anjing lantas dibiarkan saja, dan kalo sakit ga di urus, sampai parah kemudian dibuang!!!! Anjing harus telaten di latih supaya pinter, bukan urusan gampang, bukan bisa tiba tiba pinter sendiri. Perlu kesabaran... Juga bukan punya anjing trus sayang dengan cara membelikan barang barang mahal yang ga berguna. Baju lucu, accesories yang mahal... Itu ga penting... Yang lebih penting adalah kasih sayang serta perhatian dari pemiliknya.
Gue kenal seseorang, yang membeli husky, karena demen lihat nya, kereeeen... Tapi setelah sebulan baby Husky nya ga di rawat sama skali, sampe kutuan, lalet mengelilingi...mata berair, bulu rontok, akhirnya botak. Dan akhirnya mati dengan menggenaskan. Sungguh menyedihkan, sakit hati melihat anjing di telantarkan seperti itu. Waktu dulu baru beli di sayang sayang, seiring waktu melihat anjingnya ga pinter pinter, atau sakit, ato ga terlihat lucu lagi, lantas di buang, dibiarkan mati, ga di urus.
Walau pun mereka hanya binatang, jangan perlakukan mereka sesadis sekasar itu. Jangan beli kalo ga mo ngurus!!!! Mereka bukan pajangan maenan yang lucu doank..
(Kalo mo pajangan lucu mending pesen clay anjing aza ama gue !!! Lucunya forever...iklan sekalian)
Jadi tolong deh, mana empati kalian? Lebih baik jangan beli ato memelihara kalo ga mo pusink soal makannya, poop nya, perawatannya, mahal nya. Dan bukan hanya anjing. Cintailah semua mahluk hidup, jangan perlakukan mereka seperti sampah. Inget! What goes around comes back around... Pemilik Terri ga lama kemudian rumah nya dihancurin sama preman. Rolling door nya hilang dalam sekejab, barang barangnya juga musnah semua. Berhari hari rumah nya ga ada pintu, kosong melompong. *true story*
Sabbe satta bhawantu sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Ini Terri... Anjing ini ditemukan sama temen gue, setelah dibuang oleh tetangganya. Teman gue menemukannya di jalanan dekat rumah. Membawa pulang Terri. Ternyata Terri sakit liver, dan itu sebabnya dia dibuang ke jalanan. Hari itu juga Terri dibawa ke dokter. Namun Terri sudah ga bisa di tolong lagi, terlambat ketika di temukan, telat di obati, sehingga setelah struggling 2 hari akhirnya dia mati. Teman gue sedih, karena ga menemukan Terri lebih awal.
Anjing itu mahluk yang lucu dan imut, tapi mereka bukan pajangan boneka. Banyak orang yang beli anjing, hanya karena suka melihatnya, demen lucunya, buat ajang pamer, gengsi, menarik perhatian etc. Ga mikir bahwa punya anjing itu perlu di rawat. Perlu di beri kasih sayang, perhatian, waktu bermain, jalan jalan, dijaga kebersihannya, di latih. Bukan beli anjing lantas dibiarkan saja, dan kalo sakit ga di urus, sampai parah kemudian dibuang!!!! Anjing harus telaten di latih supaya pinter, bukan urusan gampang, bukan bisa tiba tiba pinter sendiri. Perlu kesabaran... Juga bukan punya anjing trus sayang dengan cara membelikan barang barang mahal yang ga berguna. Baju lucu, accesories yang mahal... Itu ga penting... Yang lebih penting adalah kasih sayang serta perhatian dari pemiliknya.
Gue kenal seseorang, yang membeli husky, karena demen lihat nya, kereeeen... Tapi setelah sebulan baby Husky nya ga di rawat sama skali, sampe kutuan, lalet mengelilingi...mata berair, bulu rontok, akhirnya botak. Dan akhirnya mati dengan menggenaskan. Sungguh menyedihkan, sakit hati melihat anjing di telantarkan seperti itu. Waktu dulu baru beli di sayang sayang, seiring waktu melihat anjingnya ga pinter pinter, atau sakit, ato ga terlihat lucu lagi, lantas di buang, dibiarkan mati, ga di urus.
Walau pun mereka hanya binatang, jangan perlakukan mereka sesadis sekasar itu. Jangan beli kalo ga mo ngurus!!!! Mereka bukan pajangan maenan yang lucu doank..
(Kalo mo pajangan lucu mending pesen clay anjing aza ama gue !!! Lucunya forever...iklan sekalian)
Jadi tolong deh, mana empati kalian? Lebih baik jangan beli ato memelihara kalo ga mo pusink soal makannya, poop nya, perawatannya, mahal nya. Dan bukan hanya anjing. Cintailah semua mahluk hidup, jangan perlakukan mereka seperti sampah. Inget! What goes around comes back around... Pemilik Terri ga lama kemudian rumah nya dihancurin sama preman. Rolling door nya hilang dalam sekejab, barang barangnya juga musnah semua. Berhari hari rumah nya ga ada pintu, kosong melompong. *true story*
Sabbe satta bhawantu sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Friday, April 29, 2011
Depression
Depresi dan stress sering banget terlintas di kehidupan kita sehari hari. 
Entah depresi karena masalah suami selingkuh, bertengkar dengan teman, macet di jalan, ga punya duit, kegemukan etc.
Depresi itu terjadi karena keinginan keinginan yang tak tercapai. Lantas apakah setelah keinginan, kelekatan (attachment) tersebut tercapai, kita akan bebas dari depresi? Tentu saja tidak hahahaha... Sebagai manusia tentunya kita selalu menginginkan yang lebih. Keinginan tersebut terkadang menumpuk dan menumpuk, dan apabila tidak tercapai maka dapat menyebabkan depresi. Depresi merupakan hal yang lumrah dan dapat terjadi pada semua mahluk hidup manapun (manusia, hewan, besar, kecil, kaya, miskin, jelek, cakep,etc) .

Contoh :
Anggota DPR kita, punya gedung yang cukup besar, cukup untuk tidur dan nonton video ketika rapat hahahaha... Masih berkeinginan untuk membangun gedung baru. Biasa di China membangun gedung standard menghabiskan sekitar 500 Milyar. Tetapi anggota DPR kita membutuhkan dana sebesar 1,13 trilliun. Empat kali lipat lebih luas dari kantor yang lama.
Bahkan mereka membangun kolam renang di dalamnya... (Mmmm...???
Keinginan untuk berenang selama sidang? Apakah nanti juga ada keinginan golf sambil sidang?) Begitu banyak keinginan keinginan pribadi, padahal masih begitu banyak rakyat yang tidak mempunyai tempat tinggal, kesulitan dan terlantarkan. Tetapi anggota DPR kita tak terpuaskan dengan hanya membangun gedung baru yang biasa biasa saja, masih berkeinginan lebih, belum merasa berkecukupan...
Setiap hari kalo gue buka berita di TV, begitu banyak protes dan kecaman untuk mereka. Itu derita anggota DPR, kupingnya panas kali ya diomongin tiap kali? Bahagia kah mereka di katain orang setiap hari? Mungkin saja anggota keluarga mereka ada yang malu, karena di hujat orang banyak. Mungkin selama pembangunan gedung itu mereka bakal depresi. Karena rakyat menentang, tetapi sudah DP biaya pembangunan, jadi ga bisa dibatalin. Boleh boleh saja mereka pura pura budek...Bisa juga menyangkal, "Ah, jangan samakan dengan China...dimana mana buatan China memang murah, made in China kan? Kan kita mo bangun gedung yang bagus donk, tanggung amat kalo bangun yang biasa biasa, biar bisa jadi main attraction di Indo"... Setelah nanti selesai di bangun... Apakah mereka puas sampai di situ saja? Apakah sudah bahagia? Sudah merasa tercukupi? Sebagai manusia biasanya mereka akan lupa dengan apa yang telah mereka capai, dan menginginkan lebih dan lebih. Kita lihat saja nanti hahahaha...Jangan jangan nanti rakyat demo, ngamuk kemudian gedung tersebut di hancurkan...
(Jangan yaaaa...sayang atuh gedung triliunan di hancurkan)
Dulu, kata orang apabila lulus SD maka gue bakal bahagia, kenyataannya setelah lulus SD masi ada ujian SMP dan SMA. Setelah SMA bahagia? Tidak juga masih ada kuliah. Setelah lulus kuliah bahagia? Tidak juga... Masih harus kerja, kerja jadi pegawai bahagia? Tidak juga masi mo jadi manager. Jadi manager bahagia? Well... Masi mo jadi VP... Dan seterusnya. Jadi sampai kapan kita bisa bahagia? Jadi apakah sukses dulu baru bahagia atau bahagia dulu baru sukses?

Gue salut dengan beberapa bikkhu, mereka tidur sehari hanya 4 jam, makan sehari hanya satu kali, pakaian lusuh compang camping, botak, tidur di lantai, tidak punya harta, etc... Tetapi mereka bahagia. Mereka selalu tersenyum karena mereka bebas, terbebas dari keinginan, bebas dari penderitaan. Ada bikkhu yang sangat terkenal dan banyak diberi hadiah oleh para pejabat, sama sekali tak di sentuh, mereka memilih untuk melepaskan kelekatan, mereka sumbangkan semuanya untuk diberikan ke orang lain. Karena mereka tahu keinginan keinginan yang melekat itu semua tidak lah kekal (unfaithful), dan tak akan pernah berhenti. Mereka lebih memilih untuk menghindar dari keinginan yang tak pernah terpuaskan, dan beralih untuk bahagia.
Bukan gue berusaha mencuci otak kalian yaaa.. Bukan hendak membimbing kalian untuk tuker agama juga. Gue sekedar mo sharring, berbagi saja. Ajaran Buddha dikenal kata Ehipassiko yang artinya : Come and see, datang dan lihat. Jadi kalian tak usah percaya dengan apa yang gue share, lihat dan buktikan sendiri.
Jujur, gue sendiri masih melekat dengan berbagai macam keinginan...
Single woman suffering hahahaha...
(Tahukah kalian ada 3 affair rings? Engagement ring, wedding ring, suffer-ring... Wkwkwkwk)
Masih banyak penderitaan. Namun salah satu cara yang baik untuk mengurangi penderitaan adalah bermeditasi. Meditasi bukan agama, semua orang boleh bermeditasi, menenangkan pikiran. Menghapus berbagai macam kelekatan yang ada. Dengan meditasi, anda memahami bahwa kebahagiaan yang tertinggi adalah kepuasan hati. Meditasi untuk berkecukupan hati, maka kita akan bebas dan bahagia. Kalau kita menginginkan lebih, kita tidak bisa menikmati apa yang telah kita miliki. Begitu kita menginginkan lebih banyak uang, saat itulah kita tak mampu menikmati apa yang telah kita miliki. Jadi bersyukurlah, atas apa yang telah kita peroleh.
Ada kisah yang menarik yang gue dengar dari Ajahn Brahm. Ada seorang petani yang amat miskin menolong seorang Bikkhu tua. Kemudian menetap di rumah petani selama 3 bulan. Petani melayani bikkhu tua dengan baik. Sebagai rasa terimakasih bikkhu tua tersebut memberitahu petani tempat terpendamnya harta karun, sebelum berpisah untuk kembali mengembara. Petani tahu bahwa bikkhu tua tidak pernah bohong. Jadi bikkhu tua berkata, "Besok pagi saat fajar menyingsing, berdirilah di ambang pintu rumahmu. Bawalah busur dan anak panah, dan berdirilah menghadap matahari. Dan ketika mentari menyingsing, biarkanlah anak panah itu terbang. Di tempat anak panah terjatuh itulah, kamu akan menemukan harta karun tersebut!"
Lalu bikkhu tua itu pergi. Keesokan paginya, dini hari petani itu menunggu menyingsingnya sang mentari beserta busur dan anak panahnya. Ketika matahari terbit, ia menembakkan anak panahnya dengan busur. Bergegas ia menuju jatuhnya anak panah itu. Istrinya mengikuti dari belakang dengan membawa sekop. Dan mereka menggali lubang besar disana. Hasilnya? Nihil!
Tetapi lubang besar itu digali di lahan milik hartawan. Hartawan marah, "Kamu sudah merusak ladang saya, saya denda kamu!"
Lalu sang petani menceritakan perihal bikkhu tua. Usai cerita hartawan berkata, "Semua bikkhu tua tidak pernah bohong, petani miskin dan kurus seperti kamu itu mana mungkin bisa memanah dengan baik? Besok saya akan berdiri di ambang pintu itu, dan menembakkan anak panah. Di tempat anak panah terjatuh kita gali harta karun, nanti kita bagi 50-50."
Keesokan harinya, hartawan berdiri di ambang pintu, petani membawa sekop. Ketika matahari menyingsing, hartawan menembakkan anak panah itu lebih jauh lagi. Mereka semua berlarian mengejar anak panah itu. Lalu petani menggali lubang di tempat anak panah terjatuh... Hasilnya nihil!
Tetapi tanah itu milik seorang jendral yang datang bersama pasukannya, dan marah marah pada hartawan dan petani karena merusak tanah miliknya. Kembali petani menjelaskan apa yg terjadi. Jendral berkata, "Orang kaya seperti kamu ini mana bisa memanah dengan baik? Besok pagi saya yang manah. Kita bagi 3 hartanya."
Besoknya jendral memanah, dan jatuhnya jauh sekali. Mereka semua pergi mengejar anak panah, dan menggali lubang. Hasilnya... Tetap nihil!
Sialnya, tanah itu milik raja, raja pun menahan mereka semua. Kemudian kembali petani menceritakan perihal sang bikkhu tua. Lalu raja mengutus prajurit untuk mencari bikkhu tua tersebut. Setelah bikkhu itu datang, raja pun bertanya. Bikkhu menjawab, "Saya mengatakan yang sebenarnya, orang orang ini tidak mengikuti petunjuk saya, besok silahkan baginda mencoba, saya yakin kalian akan menemukan harta itu, silahkan bagi 4, karena saya tidak butuh harta apa apa."
Keesokan harinya, semua berkumpul di rumah petani. Baginda hendak memanah anak panah, kemudian bikkhu tua mencegahnya. Bikkhu tua berkata, "Saya meminta anda untuk membiarkan anak panah itu terbang, bukan menembakkannya..."
Lalu raja pun membiarkan anak panah itu terbang dan terjatuh di antara kakinya. Di depan pintu rumah petani. Setelah di gali, mereka menemukan harta yang banyak sekali.
Lalu bikkhu tua berkata, "Terkadang, kita biarkan anak panah keinginan terbang melayang ke masa depan, dan di sana kita tidak pernah memperoleh kebahagiaan, karena kebahagiaan berada di tempat kita tengah berdiri sekarang ini. Disinilah kita akan menemukan kebahagiaan."

Jadi rahasia kebahagiaan adalah bukan mencari ke sana kemari, tetapi dengan melihat ke dalam, melihat apa yang telah kita miliki. Dan kalau kita menghargai itu, kita akan sangat bahagia, dan terbebas dari depresi. Jadi mulailah berbahagia setiap hari, ucapkan terimakasih pada Tuhan atas apa yang telah kita peroleh (Menurut agama dan kecepatan masing masing hahahaha...), diberikan tubuh yang sehat, cukup makan, bisa tidur nyenyak, bisa internet (buktinya bisa baca blog gue), masih bisa tersenyum setiap hari. Selalu merasa bercukup hati agar dapat terbebas dari depresi.
Berikut beberapa cara lain dari teman teman gue untuk stay hepiiii...
Din2 : Umm... Apa ya .. Food ??
Neena : Makes me happy is to be healthy and kno how to say enuf and can appreciate life, n to b surrounded by loves one (me : Eh, not surrounded by sexy foods?) and close to Gods n live peaceful
Axiang : ??Hmmmmm. Chocolate. ??I think. ??And wine. ??Oyster. ??Biar habis itu jrenggggg. ??Hahahhaha.
Neena bohong banget tuh. Neena gw tau tuh. Koipeng and kwetiau. Bukan God and love one. Hahahahaahaha.
Leni : what makes me happy,beer and friends..(y) *beer*
Masa wa beer n friends doank? Sama dpt job foto deh rin..kekekekke
Chink2 : ??Ehm.... Denger music .... N sesuai suasana hati kalo lg gelo ya jedang jedung , kalo lg kalem ya slow , nyalon , n shopping :D itu semua biar d kata lg bt ato sakit , hati senanG .... =D ( salah ya ? Banyak amat ) ud kaya lg curhat ) =))
The2 : Skrg gua hepi gua ga punya musuh, gua ga punya hal yg gua harus sebelin.
Dan g tau hepi hrs dtg dr diri sendiri.
Kalo brasa diri kita sengsara, ??masih byk yg lbh sengsara
*Aku ingin bahagia, aku tidak suka penderitaan...
Maka ingatlah bahwa orang yang kau sayangi juga sama denganmu, ingin bahagia, tidak suka penderitaan...
Dan seluruh mahluk pun juga sama denganmu, ingin bahagia.. Tidak suka penderitaan..
Kamu berhak dan pantas berbahagia, begitu juga smua mahluk...
~diserap dari Yongey Mingyur Rinpoche
*Rahasia untuk hidup berbahagia adalah jangan pernah mencoba merubah orang lain ataupun diri anda sendiri. Tapi cukuplah dengan merubah cara pandangmu akan sesuatu. Karena cinta, kedamaian dan keharmonisan jauh lebih penting dari apa yang kau anggap slama ini benar atau salah...
~diserap dari Ajahn Brahmavamso
Entah depresi karena masalah suami selingkuh, bertengkar dengan teman, macet di jalan, ga punya duit, kegemukan etc.
Depresi itu terjadi karena keinginan keinginan yang tak tercapai. Lantas apakah setelah keinginan, kelekatan (attachment) tersebut tercapai, kita akan bebas dari depresi? Tentu saja tidak hahahaha... Sebagai manusia tentunya kita selalu menginginkan yang lebih. Keinginan tersebut terkadang menumpuk dan menumpuk, dan apabila tidak tercapai maka dapat menyebabkan depresi. Depresi merupakan hal yang lumrah dan dapat terjadi pada semua mahluk hidup manapun (manusia, hewan, besar, kecil, kaya, miskin, jelek, cakep,etc) .
Contoh :
Anggota DPR kita, punya gedung yang cukup besar, cukup untuk tidur dan nonton video ketika rapat hahahaha... Masih berkeinginan untuk membangun gedung baru. Biasa di China membangun gedung standard menghabiskan sekitar 500 Milyar. Tetapi anggota DPR kita membutuhkan dana sebesar 1,13 trilliun. Empat kali lipat lebih luas dari kantor yang lama.
Bahkan mereka membangun kolam renang di dalamnya... (Mmmm...???
Setiap hari kalo gue buka berita di TV, begitu banyak protes dan kecaman untuk mereka. Itu derita anggota DPR, kupingnya panas kali ya diomongin tiap kali? Bahagia kah mereka di katain orang setiap hari? Mungkin saja anggota keluarga mereka ada yang malu, karena di hujat orang banyak. Mungkin selama pembangunan gedung itu mereka bakal depresi. Karena rakyat menentang, tetapi sudah DP biaya pembangunan, jadi ga bisa dibatalin. Boleh boleh saja mereka pura pura budek...Bisa juga menyangkal, "Ah, jangan samakan dengan China...dimana mana buatan China memang murah, made in China kan? Kan kita mo bangun gedung yang bagus donk, tanggung amat kalo bangun yang biasa biasa, biar bisa jadi main attraction di Indo"... Setelah nanti selesai di bangun... Apakah mereka puas sampai di situ saja? Apakah sudah bahagia? Sudah merasa tercukupi? Sebagai manusia biasanya mereka akan lupa dengan apa yang telah mereka capai, dan menginginkan lebih dan lebih. Kita lihat saja nanti hahahaha...Jangan jangan nanti rakyat demo, ngamuk kemudian gedung tersebut di hancurkan...
(Jangan yaaaa...sayang atuh gedung triliunan di hancurkan)
Dulu, kata orang apabila lulus SD maka gue bakal bahagia, kenyataannya setelah lulus SD masi ada ujian SMP dan SMA. Setelah SMA bahagia? Tidak juga masih ada kuliah. Setelah lulus kuliah bahagia? Tidak juga... Masih harus kerja, kerja jadi pegawai bahagia? Tidak juga masi mo jadi manager. Jadi manager bahagia? Well... Masi mo jadi VP... Dan seterusnya. Jadi sampai kapan kita bisa bahagia? Jadi apakah sukses dulu baru bahagia atau bahagia dulu baru sukses?
Gue salut dengan beberapa bikkhu, mereka tidur sehari hanya 4 jam, makan sehari hanya satu kali, pakaian lusuh compang camping, botak, tidur di lantai, tidak punya harta, etc... Tetapi mereka bahagia. Mereka selalu tersenyum karena mereka bebas, terbebas dari keinginan, bebas dari penderitaan. Ada bikkhu yang sangat terkenal dan banyak diberi hadiah oleh para pejabat, sama sekali tak di sentuh, mereka memilih untuk melepaskan kelekatan, mereka sumbangkan semuanya untuk diberikan ke orang lain. Karena mereka tahu keinginan keinginan yang melekat itu semua tidak lah kekal (unfaithful), dan tak akan pernah berhenti. Mereka lebih memilih untuk menghindar dari keinginan yang tak pernah terpuaskan, dan beralih untuk bahagia.
Bukan gue berusaha mencuci otak kalian yaaa.. Bukan hendak membimbing kalian untuk tuker agama juga. Gue sekedar mo sharring, berbagi saja. Ajaran Buddha dikenal kata Ehipassiko yang artinya : Come and see, datang dan lihat. Jadi kalian tak usah percaya dengan apa yang gue share, lihat dan buktikan sendiri.
Jujur, gue sendiri masih melekat dengan berbagai macam keinginan...
Single woman suffering hahahaha...
(Tahukah kalian ada 3 affair rings? Engagement ring, wedding ring, suffer-ring... Wkwkwkwk)
Masih banyak penderitaan. Namun salah satu cara yang baik untuk mengurangi penderitaan adalah bermeditasi. Meditasi bukan agama, semua orang boleh bermeditasi, menenangkan pikiran. Menghapus berbagai macam kelekatan yang ada. Dengan meditasi, anda memahami bahwa kebahagiaan yang tertinggi adalah kepuasan hati. Meditasi untuk berkecukupan hati, maka kita akan bebas dan bahagia. Kalau kita menginginkan lebih, kita tidak bisa menikmati apa yang telah kita miliki. Begitu kita menginginkan lebih banyak uang, saat itulah kita tak mampu menikmati apa yang telah kita miliki. Jadi bersyukurlah, atas apa yang telah kita peroleh.
Ada kisah yang menarik yang gue dengar dari Ajahn Brahm. Ada seorang petani yang amat miskin menolong seorang Bikkhu tua. Kemudian menetap di rumah petani selama 3 bulan. Petani melayani bikkhu tua dengan baik. Sebagai rasa terimakasih bikkhu tua tersebut memberitahu petani tempat terpendamnya harta karun, sebelum berpisah untuk kembali mengembara. Petani tahu bahwa bikkhu tua tidak pernah bohong. Jadi bikkhu tua berkata, "Besok pagi saat fajar menyingsing, berdirilah di ambang pintu rumahmu. Bawalah busur dan anak panah, dan berdirilah menghadap matahari. Dan ketika mentari menyingsing, biarkanlah anak panah itu terbang. Di tempat anak panah terjatuh itulah, kamu akan menemukan harta karun tersebut!"
Lalu bikkhu tua itu pergi. Keesokan paginya, dini hari petani itu menunggu menyingsingnya sang mentari beserta busur dan anak panahnya. Ketika matahari terbit, ia menembakkan anak panahnya dengan busur. Bergegas ia menuju jatuhnya anak panah itu. Istrinya mengikuti dari belakang dengan membawa sekop. Dan mereka menggali lubang besar disana. Hasilnya? Nihil!
Tetapi lubang besar itu digali di lahan milik hartawan. Hartawan marah, "Kamu sudah merusak ladang saya, saya denda kamu!"
Lalu sang petani menceritakan perihal bikkhu tua. Usai cerita hartawan berkata, "Semua bikkhu tua tidak pernah bohong, petani miskin dan kurus seperti kamu itu mana mungkin bisa memanah dengan baik? Besok saya akan berdiri di ambang pintu itu, dan menembakkan anak panah. Di tempat anak panah terjatuh kita gali harta karun, nanti kita bagi 50-50."
Keesokan harinya, hartawan berdiri di ambang pintu, petani membawa sekop. Ketika matahari menyingsing, hartawan menembakkan anak panah itu lebih jauh lagi. Mereka semua berlarian mengejar anak panah itu. Lalu petani menggali lubang di tempat anak panah terjatuh... Hasilnya nihil!
Tetapi tanah itu milik seorang jendral yang datang bersama pasukannya, dan marah marah pada hartawan dan petani karena merusak tanah miliknya. Kembali petani menjelaskan apa yg terjadi. Jendral berkata, "Orang kaya seperti kamu ini mana bisa memanah dengan baik? Besok pagi saya yang manah. Kita bagi 3 hartanya."
Besoknya jendral memanah, dan jatuhnya jauh sekali. Mereka semua pergi mengejar anak panah, dan menggali lubang. Hasilnya... Tetap nihil!
Sialnya, tanah itu milik raja, raja pun menahan mereka semua. Kemudian kembali petani menceritakan perihal sang bikkhu tua. Lalu raja mengutus prajurit untuk mencari bikkhu tua tersebut. Setelah bikkhu itu datang, raja pun bertanya. Bikkhu menjawab, "Saya mengatakan yang sebenarnya, orang orang ini tidak mengikuti petunjuk saya, besok silahkan baginda mencoba, saya yakin kalian akan menemukan harta itu, silahkan bagi 4, karena saya tidak butuh harta apa apa."
Keesokan harinya, semua berkumpul di rumah petani. Baginda hendak memanah anak panah, kemudian bikkhu tua mencegahnya. Bikkhu tua berkata, "Saya meminta anda untuk membiarkan anak panah itu terbang, bukan menembakkannya..."
Lalu raja pun membiarkan anak panah itu terbang dan terjatuh di antara kakinya. Di depan pintu rumah petani. Setelah di gali, mereka menemukan harta yang banyak sekali.
Lalu bikkhu tua berkata, "Terkadang, kita biarkan anak panah keinginan terbang melayang ke masa depan, dan di sana kita tidak pernah memperoleh kebahagiaan, karena kebahagiaan berada di tempat kita tengah berdiri sekarang ini. Disinilah kita akan menemukan kebahagiaan."
Jadi rahasia kebahagiaan adalah bukan mencari ke sana kemari, tetapi dengan melihat ke dalam, melihat apa yang telah kita miliki. Dan kalau kita menghargai itu, kita akan sangat bahagia, dan terbebas dari depresi. Jadi mulailah berbahagia setiap hari, ucapkan terimakasih pada Tuhan atas apa yang telah kita peroleh (Menurut agama dan kecepatan masing masing hahahaha...), diberikan tubuh yang sehat, cukup makan, bisa tidur nyenyak, bisa internet (buktinya bisa baca blog gue), masih bisa tersenyum setiap hari. Selalu merasa bercukup hati agar dapat terbebas dari depresi.
Berikut beberapa cara lain dari teman teman gue untuk stay hepiiii...
Din2 : Umm... Apa ya .. Food ??
Neena : Makes me happy is to be healthy and kno how to say enuf and can appreciate life, n to b surrounded by loves one (me : Eh, not surrounded by sexy foods?) and close to Gods n live peaceful
Axiang : ??Hmmmmm. Chocolate. ??I think. ??And wine. ??Oyster. ??Biar habis itu jrenggggg. ??Hahahhaha.
Neena bohong banget tuh. Neena gw tau tuh. Koipeng and kwetiau. Bukan God and love one. Hahahahaahaha.
Leni : what makes me happy,beer and friends..(y) *beer*
Masa wa beer n friends doank? Sama dpt job foto deh rin..kekekekke
Chink2 : ??Ehm.... Denger music .... N sesuai suasana hati kalo lg gelo ya jedang jedung , kalo lg kalem ya slow , nyalon , n shopping :D itu semua biar d kata lg bt ato sakit , hati senanG .... =D ( salah ya ? Banyak amat ) ud kaya lg curhat ) =))
The2 : Skrg gua hepi gua ga punya musuh, gua ga punya hal yg gua harus sebelin.
Dan g tau hepi hrs dtg dr diri sendiri.
Kalo brasa diri kita sengsara, ??masih byk yg lbh sengsara
*Aku ingin bahagia, aku tidak suka penderitaan...
Maka ingatlah bahwa orang yang kau sayangi juga sama denganmu, ingin bahagia, tidak suka penderitaan...
Dan seluruh mahluk pun juga sama denganmu, ingin bahagia.. Tidak suka penderitaan..
Kamu berhak dan pantas berbahagia, begitu juga smua mahluk...
~diserap dari Yongey Mingyur Rinpoche
*Rahasia untuk hidup berbahagia adalah jangan pernah mencoba merubah orang lain ataupun diri anda sendiri. Tapi cukuplah dengan merubah cara pandangmu akan sesuatu. Karena cinta, kedamaian dan keharmonisan jauh lebih penting dari apa yang kau anggap slama ini benar atau salah...
~diserap dari Ajahn Brahmavamso
Thursday, January 20, 2011
White Pig Legend
Berikut kisah White Pig Legend dilanjutkan oleh Lie Handri.
Part 1- Badai
Sebagaimana diceritakan sebelumnya "The white pig and the businessman live happily ever after"....
Benarkah demikian? Layaknya semua hal di dunia ini, tiada satupun yang kekal adanya.
Segalanya selalu berubah.
Hidup pun terus berputar bagai roda, terkadang di atas, terkadang di bawah.
Demikian pula perjalanan hidup dan perjalanan cinta tokoh kita sang babi putih yg mungil tak lepas dari hukum alam ini.
Perlahan namun pasti, sang pengusaha mulai jenuh dengan babi putih.
Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak pernah puas. Pengusaha pun tak luput dari sifat ini.
Sebagaimanapun kerasnya babi putih berusaha untuk merubah dirinya, merubah segala kepribadian dan penampilannya, si pengusaha tak pernah merasa puas, tak pernah merasa cukup.
Segala cinta dan kerinduan yg dulu menggebu2 dirasakan oleh pengusaha, perlahan2 mulai memudar. Ia mulai jarang pulang ke rumah untuk makan siang, rutinitas yang dulu selalu ia lakukan dengan babi putih.
Seringkali pengusaha baru pulang hingga larut malam, sehingga makan malam bersama babi putih pun terlewati. Berbagai macam jurus resep dikeluarkan oleh babi putih, tetapi tetap tidak bisa menggugah selera pengusaha. Komunikasi antara mereka pun hanya sebatas "Ma, aku ngantor dulu" atau "Ma, aku di kantor sibuk. Tolong jangan telp2 terus" atau "Ma, aku makan di luar. Ga usah ditunggu".
Babi putih semakin hari semakin kurus
Dari bobot 150 kilo kini hanya tinggal 100 kilo, yang mana tergolong kurang gizi untuk ukuran babi.
Part 2 - Perpisahan
Tak lama kemudian, sang pengusaha memutuskan untuk berpisah dengan babi putih.
Kemudian Lie handri berpesan....To be continued katanya.....Errrr.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kehidupan selama dua tahun perkawinan
Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...
-
Wuih ga berasa uda akhir bulan Juni, lebaran sebentar lagi... Ok post kali ini gue mo curhat... Dramaaaa! Mengenai bridesmaids, ag...
-
Persiapan wedding uda ampir kelar, udah pilih pilih dan book para vendor. Gue kira uda beres tinggal update update aza.... Ternyatahhhh...
-
Postingan kali ini judulnya agak melankolis. Sesuai dengan suasana hati gue yang lagi mendung bersedih beberapa hari ini. Kadang dalam hidup...




