Showing posts with label Breakfast. Show all posts
Showing posts with label Breakfast. Show all posts

Saturday, January 12, 2013

Nasi Tim Pasar Pagi

Tau gedung tua bernama Pasar pagi lama? 
Berbentuk seperti bangunan China zaman behula, di tepi jembatan layang Asemka. 
Tempat yang menjual grosiran alat alat tulis. 
Ditempat inilah menyempil lokasi original "Nasi Tim pasar pagi". 
Walao paling dekil tempatnya dibanding cabang nasi tim pasar pagi lainnya. 
Namun disinilah tempat kelahiran nasi tim, yang paling the best rasanya, terjamin keasliannya. 

Ok, perbedaan dengan nasi tim lainnya..
Selain harganya yang cukup mahal Rp 25.000 sepiring.
Nasi tim ini bisa buat ketagihan, trus bisa membuat lo terbayang bayang kalo udah lama ga makan.
Nasi pulen yang mengepul panas setelah diketok kluar dari dandang.... Bikin sakawww!
Unik nya nasi tim ini bisa dikasih tambahan telur kuning mentah di atasnya.
Membuat nasi tim tersebut creamy creamy gimanaaa gitu... + Cincangan daging ayam yang passs gurih, asin, manisnya. Ditemani kuah kaldu ayam. Setoples penuh acar nan lezat. Taburan daun bawang dan ketumbar.. Pas banget buat sarapan pagi...

 
Now that really makes my day!


Nasi Tim Pasar Pagi Ayauw / Atung
Jalan Pasar Pagi (Proyek Pasar Pagi Lama Lt.1)
Los No.U-21 & 18, Jakarta barat, Tel.6902665

Tempat lain :

Gading Serpong Ruko, Bl Ak-1 No. 32
Jl. Kelapa Gading Selatan
Kelapa Dua, Jakarta
Phone: (021) 547-6949

Jl. Ratu Kemuning, Taman Ratu
Greenville
 

Jl. Raya Kelapa Hibrida Blok AG 10 No.23, Kelapa Gading
Phone:
(021) 45860631


Nasi Tim Pasar Pagi
Pasar Muara Karang Blok Z Timur No.5
Jakarta Utara
Telp: 021-6679873/66695322


Sunday, August 12, 2012

Bakmi loncat

Breakfasttttt...!!! (Sambil loncat loncat..)
Sesuai tema kali ini, gue menuju lokasi bakmi loncat yang berada di pasar petak sembilan. Masuk pasar, lurus terus di sebelah kiri terpampang lah spanduk bakmi loncat. Bangunan sih boleh kumel dekil ga berbentuk, uda seperti mau runtuh runtuh, tapiiiiii.... ramai sekali pada ngantri makan disitu atao menunggu untuk bawa pulang.

Langsung aza ke meja kasir untuk meng-order makanan, 1 porsi bakmi Rp 13.000 an. Pengen sih makan disitu langsung, kayana lebih enak. Sayang gue sendirian ga ada yang menemani. Mengingat orang rumah nungguin sarapan, maka bungkus aza deh, bawa pulang.

Favorite gue disini, bakmi isi daging cunyuk + ayam (Optional: bole babi doank or ayam doank, ato semua di campur, suka suka lo), sayurnya gue demen pake siomak.
Bihun, kwetiao, locupan pangsit, bakso goreng babi, bakpao, choi pan, sate babi disini serba superb. Apalagi siomai nya... laku keras!!! Sayang, gue telat. Siomai hari itu sudah ludes.

Ci Elda yang ikutan turun tangan mengolah bakmi mengaku setiap hari ga sempet breakfast saking ramai nya. Hebatnya dia bisa berkonsentrasi masak sambil nyomot nyomot kroket hihihi.

Di rumah bungkusan bakmi gue bongkar, di jadikan korban poto poto, kemudian seluruh keluarga bakmi pun ber-transmigrasi ke dalam perut. Bakmi kenyal yang meloncat loncat, dagingnya empuk, ditambah cabe semakin nendang rasanya. Minyak tercampur rata, gurih. Dengan sedikit kuah kaldu. Siomak yang manissss, menambah cita rasa. (Ini sebab nya gue pilih siomak not caisim). Puerfectttto...

Bakmi Loncat
Jl.Kemenangan Raya (Petak IX) no.27A 
Telp : (021)92770962 ; 08128161441



Tuesday, September 20, 2011

Nasi Kuning Petak 9

Good morning Jakarta.. Pagi ini gue melancong ke pasar Chinatown. Berbekal kaos oblong, celana pendek, sendal jepit, bb untuk moto2. Berlancai lancai ria (Belon mandi), adventure pun dimulai.
Yap, kali ini gue bakal menempuh jarak sejauh 10.000...... Centimeter (Hihihi tinggal nyebrang doank siiii). Berjalan 120 detik. Menyebrangi jembatan chinatown, melintasi pasar (Becek becekan). Menghindari godaan demi godaan abang2 di pasar (Ihhhh.. Emank ada yang mo godain?). Menahan lapar dahaga (Drama amat...). Demi membeli nasi kuning di petak sembilan.
Sasaran gue hari ini, nasi kuning sebelom klenteng Jin Tek Yuan. Dekat Hok Sen Tong. Depan Fay Kie (Mabok kan ama nama nama ajaib, ga ada tuh di GPS).
Gak lama berjalan menyusuri pasar, terlihat antrian sembako... Eh maksud gue antrian nasi kuning. Ada dua penjual nasi kuning di area ini. Jangan salah pilih yak. Pilih yang dikerubutin orang banyak. Walao bersebelahan, tapi feng shui nya rada beda.

Yang di depan Fay Kie jauh lebih ramai. (Sebut saja NK1). Baskom2 berisi daging rendang, urat, ayam, tempe, tahu, telor, masi ada semua. Phew.. Amannnn... Masi kebagian. Soalnya saking rame pelanggan, nasi kuning disini punya embel2 "Laris dalam sekejab". Untung gue sampe depan Fay Kie pas jem 7. Skalian gue berbelanja kue kue traditional.
Nasi kuning yang rada sepian, terletak diantara Hok Sen Tong dan Fay Kie (singkat jadi NK2). Kalo sebelah kehabisan ato gak buka, NK2 penggantinya. Tanggung uda kesini, gue sekalian beli sebungkus sebagai perbandingan. (Nasi kuning, sate babi, perkedel, tahu kecap, telor balado cuman Rp 9.500, lebih murah dari NK1)
Kembali menempuh perjalanan 2 menit. Balik ke rumah, perut gue uda keroncongan ga sabar, tapi... Mandi dulu laaa.... Biar kinclongan.

Setelah kelar bersih2 gue membuka kedua bungkus nasi kuning. Makan ginian... Enaknya pake tangan. Barbarian, tapi disitulah letak seninya.

Gue mulai dengan bungkusan NK2 yang kurang banyak penggemar. Nasi berwarna kuning nampak menantang dengan taburan telur dan bawang goreng. Gue menguyur sedikit kuah kecap di atasnya. Ga lupa mencolek sambel ijo + merah. Warning... Pedasss! Dengan lahapan maut gue mulai menggarap NK2. Gurih.... Sate babi dan perkedel berukuran lebih kecil daripada NK1... Kurang memuaskan.. Maklum gue wanita maruk, demen porsi gede gede. Telor Balado yang berlumurkan cabe. Semua lauk pauk turned out to be a perfect match. Manis, gurih dan pedas! NK2 cukup ok laa..
Ronde ke dua... Nasi kuning laris manis (NK1) nampak seductive dengan cabe merah-ijo nya dan sporting a gorgeous cap of bawang goreng, irisan telor dadar, kentang goreng cabe buncis (Rp 4.500). Mmmmmm... Rasa exotic terdeteksi di lidah. As rich as it's yellow colour, NK1 is.... So goooooood!!! Irisan telur lebih tipis dan halus. Nasi Kuningnya lebih legit. Ditambah dengan sate babi berdiameter besar yang super-tender and amazingly not-too-sweet. I was dazzled.. Sate babi Rp 5000 lebih mahal, but worth every single bite! Pasangan cocok NK1. Ditambah rasa nakal sepotong daging rendang Rp 7.000. This is the holy grail of nasi kuning, as far as I'm concerned. NK1 juara deh..
Ga lupa menghabek dessert untuk pagi ini : Jajanan kue..
Huh... Gawat... Timbangan naek brapa kilo neh?!

Sunday, September 11, 2011

Imperial Chef Hayam Wuruk 帝王食坊

Bisa dibilang, I grew up from this restaurant. Uda ga ke itung berapa puluh kali gue ngesot ke Imperial. Sejak buka - sampe skarang. Gue penggemar setia mereka. Buat gue, Imperial perfect for any occasion. Business lunch, sunday brunch, late dinner, anniversary, reunion, quick lunch, dating, arisan, supper, gathering, birthday party, yum cha, nongkrong ama temen, etc.
Chinese restaurant dengan harga yang masuk akal. Serasa berada di Hongkong. Service juga memuaskan. Gue pernah liat om om mabok berat, berisik, rese banget, ngajak pelayan ribut pula. Imperial masih melayani tamu tersebut dengan baik dan sopan.

Apa yang enak disini? Hmph... Sulit dijawab. Karena segala masakan disini enak. Bebek apel dengan saos wine, roast suckling pig, tim ikan ala tio jiu, tahu nenek moyang, soup harian, aneka Dim Sum... Nom nom nom... Superb delicious!!! Taste heavenly... Semua masakan seperti punya sihir, yang bisa bikin angkat jempol + bergumam "好吃" (hao chi).
Menu selalu divariasi setiap bulan, ga ngebosenin. Kadang dalam satu hari, gue bisa balik 3x, untuk breakfast-lunch-dinner disana.

Imperial masih termasuk group Duck King, versi non-halal. Entah kenapa, cuman Imperial Chef Hayam Wuruk saja yang mampu mencuri hati gue. Pernah nyobain Imperial Chef PIM, Empo, GI.... Sayangnya ga ada yang bisa nyamain. Walo di kawasan kota macet, susah parkir, terkadang restaurant penuh, mesti ngantri lama sambil berdiri, tapi semua kendala terbayar dengan kelezatan masakan Imperial.

Imperial Chef
Hotel Jayakarta
Jl. Hayam Wuruk No. 126
West Jakarta
Tel. (62 21) 6262533

Saturday, August 27, 2011

East Ocean Teochew Restaurant 东海潮州酒家

Sheng Chyn and Darren invited me to yum cha in Singapore. Kata mereka, restaurant ini terkenal dikalangan penggemar dim sum. Letaknya juga strategis... Tempat yang pasti dikunjungi turis Indo, kawasan Orchard. Apalagi kalo pas liburan... Bahhh lautan Indo deh. Dimana mana berkeliaran orang Indo. Ya kan?

Terletak di gedung Shaw Centre, bersebelahan dengan Isetan. Restaurant ala Chao zhou  ini selalu ramai weekday maupun weekend. Ngantri sebentar diluar, akhirnya dapet meja.... Setelah menyelusuri menu dim sum yang khas Teo Chew, makanan pun berdatangan..
Boleh panggil gue norak... Tapi babi panggang ini enakkkk buanget...!!! Seumur umur, gue belon pernah gue makan babi panggang seenak ini. Kulitnya crispy tipis, garingnya pas. Karena baru mateng, masi anget makin menggugah selera. Dilengkapi dengan saos wasabi... Wajib coba!!!
Kulit ikan yang di goreng crispy, renyah seperti krupuk. Dilengkapi dengan kuah sebagai cocolan, membuat kulit ikan berbunyi nyaring... Menambah cita rasa.
Yang ini juga ga kalah manteb. Kulit pastry yang berlapis lapis terasa gurih, dengan daging babi bersembunyi di balik kelezatannya.

Dim sum disini semuanya lulus test lidah gue. Bentuk dan rasa ga ada yang mengecewakan... Jadi ga perlu gue jelasin satu satu hahaha, mampir aza deh kesini....
East Ocean Teochew Restaurant (东海潮州酒家)
1 Scotts Road #02-18 Shaw Centre
Tel: 6235-9088
Mon to Fri: 11:30am - 3pm, 6pm - 11pm
Sat to Sun: 10am - 3pm, 6pm - 11pm
http://www.eastocean.com.sg/

Friday, August 26, 2011

Sin Heng Claypot Bak Koot Teh

Waktu Neena nanya, mo makan apa siang? Gue bingung... Banyak pilihan menari nari di kepala.
Gitu Neena nyebut "Bakut teh?". Langsung roh carnivora gue menjawab dengan lantang... Yokkkkkkk...
Yesss..........I'm a sucker for Bakut Teh. Hahaha...

肉 骨茶(Rou Gu Cha) yang kalo di terjemahin = daging tulang teh, pork ribs in herbal soup... Makanan terfavorit dikalangan pencinta daging babi, seperti gue dan Neena. Ada berbagai macam bakut teh :
1. Teo Chew Style - Kuah bening dan banyak lada.
2. Hokkian Style - Kuah bewarna gelap atau hitam.
3. Cantonese Style - Rasa obat herbalnya berasa jelas.
 
新兴瓦煲肉骨茶 (Sin Heng Claypot Bak Koot Teh) terkenal sejak 1983. Menjual bakut teh ala Hokkian dengan rasa traditional.
Menyeruput kuah yang hitam pekat, terasa jelas kombinasi herbal serta pepper. Bongkahan tulang besar, berlapiskan daging tebal yang dicocol ke irisan cabe merah + kecap. Di tambah dengan cakwe yg dicelup, meresap kuah.... Membuat gue anteng tak berkutik, khusyuk menikmati bakut teh dengan rasa classic.
Daging sih gak empuk empuk amat. Gak langsung copot dari tulangnya. Harus digigit gigit, meaty pork ribs dengan kekenyalan passs... Masi kliatan kok encek encek yang ngunyah bakut teh di Joo Chiat siang itu. Brarti ga keras keras amat laaaa...
Neena pesan claypot besar bakut teh, claypot besar kulit tahu, cakwe dan 3 mangkok nasi, untuk porsi makan tiga orang (Axiang, Neena n me). Saking uda ga sabar menyantap, motonya jadi blur.
Kulit tahu yang mengambang, sedikit terasa lebih manis kuahnya.... Ga usa di tanya hihihihi... Enakkk!!! Nikmat!!!
Sin Heng Bak Koot Teh
439 Joo Chiat Road
Singapore
Tel: +65 6345 8754
Open 24 hours
Closed Mondays

Monday, August 15, 2011

Lau Pa Sat

Setelah makan malam di Geylang, gue di angkut ke Lau Pa Sat oleh Nina. Food court outdoor yang terletak di daerah perkantoran ini ramai selalu. Duduk nongkrong ditemani sate ala Lau Pa Sat, sambil ngobrol dengan teman lama.....
Ahhhh Life is Good...!!!!
Lau Pa Sat (open 24 hours)
18 Raffles Quay
Singapore 048582
Telp. (65) 6220 2138

http://www.laupasat.biz/home.html
Pusat jajanan local food...
Sate ala Lau Pa Sat...
Penjual aneka minuman..
Milo Dinosaur......!!!!!!!!!!!!!!

Thursday, July 14, 2011

Tahu Kupat Jo Brewok

Berpetualang sendirian mencari makanan adalah kegiatan gue setiap hari saat berlibur ke kota Solo. Di kota kecil ini lah gue kenalan sama yang namanya tahu kupat. Sebelumnya ga pernah makan, secara ga ada gitu loh di Jakarta.

Seporsi Tahu Kupat itu.... Banyakkkk.. Piring yang dipenuhi potongan ketupat, potongan tahu yang di goreng crispy (enak sekaleeee tahunya), bakwan goreng, bakmi kuning, rajangan sayur, taburan kacang goreng serta dilumuri saos bewarna hitam membuat rasa keseluruhannya eunakkk tenan. Yang buat gue klepek klepek sama makanan ini adalah saos nya itu. Ada rasa gurih manis dan sedikit asam kecut yang menyegarkan. Bawang putih, gula jawa, serta entah bumbu apalagi, melebur, menciptakan sarapan pagi yang maknyusssss.

Banyak plang tahu kupat terlihat di jalan jalan kota Solo. Yang gue sering denger dari penduduk setempat "Bapak Mentri ini langganan tahu kupat itu. Bapak President suka makan di tahu kupat sana". Masing masing mempunyai langganan nya sendiri sendiri.
Tahu Kupat Jo Brewok, lumayan terkenal. Kabarnya keluarga Cendana suka bungkus sarapan pagi dari sini. Lokasi gerobak nya ada di pinggiran rel kereta api, Jl. RM Said, kulon palang pasar nangka depan toko roti mahkota. Warung kecil yang terletak di dekat gerobak sebagai tempat makannya. Gue emank paling demen jajan di pinggiran jalan, hihihihihi.
Senyum gue tambah lebar pas bayar..... Kachink! ....Karena seporsi besar tahu kupat hanya Rp 5.000!

Kehidupan selama dua tahun perkawinan

Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...