Sunday, December 16, 2012

Le Procope

Restaurant tua bertuliskan "fondé en 1686", terpampang di depan pintu masuk Le Procope. Hahahaha asikkkkkk dapet restaurant bersejarah. Jadi tanpa ba bi bu langsung deh masuk.
Setelah di sambut, dan di arahkan ke meja. gue sempat melirik lirik. Whoooaaa tempat ini keren. Unik.... Bernuansa Paris buanget.....


Gak lama pelayan menyodorkan menu... Secara ga ngerti bahasa makanan tersebut hahahhaa (Maluuu maluuuin neh.. Kalo sampe salah baca ato salah eja).
Mengandalkan "Pernah denger nama masakan tersebut di Indo" + instinct, serta bantuan pelayan akhirnya sukses juga memesan makanan.
Kelar puter otak untuk order makanan. Gue beranjak dari tempat duduk, sambil melihat lihat restaurant Le procope.
Decak kagum + amaze... Duh super norak yang ga bisa di tahan wkwkwkwk.... Maklummmm turis. Ga tinggal disono ini wkwkwkwkwk....
Bangunan kuno, ada sekat sekat yang memisahkan ruangan, nuansa santai tapi bisa di bilang termasuk fine dining. Dilantai atas juga banyak ruangan kuno, pajangan dan sebuah buku besar tua.
Selesai mengintai, kembali ke urusan makan.

The des moines
Wine wine wine, hehehe...mumpung disini ga wajar kalo makan tanpa minum wine.

Creuse n3
Untuk pembuka gue memesan oyster. Didampingi dengan piring berisi saos vinegar, jeruk lemon, garam, roti dan butter. Oyster yang fresh, tidak amis dan nikmat...Happp...Yummm

Ternyata ga sia sia nyontek ke meja sebelah (Yang sedang menikmati oyster) ketika pesan makanan.


Bon Appétit... Coq Au Vin
Sepanci berisi ayam kentang dan sayuran pun datang... Wooo Hoooo.. 
Ga salah pilih nih hahaha.
Selain merupakan main dishes khas restaurant Le Procope, rasanya juga gak mengecewakan. Porsinya besarrrrr... Terukir jelas di lidah cita rasa traditionalnya.

Kenyang menggasak Coq Au Vin... Penasaran dengan Creme Brulee. Kalo di Indo kan sering ada tuh di cafe cafe. Pengen tau aza rasa Creme Brulee di Paris kayak gimanah.



Kembali gue shiok melihat sepiring besar Creme Brulee. Restaurant ini porsinya besar semua yah....
Sapa bilang makanan Perancis kecil kecil mini mini sih?!
Sesuap Creme Brulee. Bikin gue mabuk kepayang!
Beda banget sama yang di Indo. 
Lembut halus di dalam... Crispy manis di luar atas. Lumer di lidah... Sepertinya ada sedikit mocca, dan..... Eunakkkkkk!!!! 


Hangover Creme Brulee apa kekenyangan deh.
Yang pasti gue keluar restaurant dengan tampang hepi gitu hahaha. 

Le Procope
13,rue de l'Ancienne Comedie, 75006 Paris, Prancis (Luxembourg)
01 40 46 79 00
http://www.procope.com/

Au Petit Sud Ouest


Paris, spring 2012 lalu gue sempat terdampar sendirian di kota ini.
Tanpa tour guide maupun teman seperjalanan.
Sungguh pengalaman yang menyenangkan, serasa di hipnotis, tanpa lelah sendirian mengitari berbagai tempat yang magnificent.
Gue sama sekali ga bisa berbahasa perancis. Hanya berbekal bahasa Inggris. Dan sering sekali bertanya jalan kepada penduduk setempat. Mreka baik sekali, ga sombong, bahkan ada yang meluangkan waktu lama, nunjukin secara detail cara me-rental sepeda dengan memasukan kartu kredit, sampai sepedanya pun di pilih yang terbaik kemudian di angkat sampai ke hadapan gue... Such a gentleman...!!!
Dan untuk seorang wanita seperti gue, turun naik kendaraan umum, berkeliaran sampai jam 11 malam, aman aman aza untungnya.

Setiap tempat makan di Paris semuanya menarik. Hanya saja gue bingung untuk memilih. Restaurant mana yang patut di kunjungi dalam waktu singkat.
Untung ada tripadvisor hahahahaha...
Ya, secara gue kepingin makan bebek... Tripadvisor ngasi petunjuk ke restaurant kecil yang tak jauh dari menara Eiffel.

Setelah jalan kaki 5 menit an dari Eiffel tower, sampe deh di restaurant Au Petit Sud Ouest
Restaurant mungil ini menjual berbagai makanan yang berhubungan dengan bebek.
Sayang gue ga sempet mencoba Foei Gras nya.


Facts About Au Petit Sud Ouest yang benerrrr banget by Peter D

1. It's the duckiest joint of all time. Duck stew, duck confit, duck breast...duck life.
2. It is run by the sweetest, nicest people in Paris.
3. The only thing cuter than having toasters on every table is the ducky napkins.
4. They have every kind of foie gras you'd ever want.
5. Their foie gras is amazing.
6. Foie gras in general is ridiculously rich.
7. I should've ordered less foie gras.
8. Nobody should eat that much foie gras.
9. I feel a bit ill.

Hahahahaha....

Padattttt...!!! Begitu gue membuka pintu restaurant ini, terlihat begitu banyak orang di dalam. Seluruh meja penuh.. Dan gue clingak clinguk mencari bantuan, menghampiri manager yang sedang sibuk.
Trus dengan polosnya gue bertanya dengan bahasa Inggris "Masi ada meja kosong ga yah untuk 1 orang?"
Trus dia jawab pake bahasa Prancis..... bla bla bla.... (cepat dan singkat)
Hah???? (Mabok kan? Ngomonk apaaaaaa ya dia?)
Truz gue coba tanya satu kali lagi.
Dia diam... lalu bilang sesuatu tentang reservation. Ya gue geleng geleng pala bilang no reservation.
Trus dia bilang "no table" sambil tunjuk tunjuk ke sekitarnya... Yang memang semua meja terisi penuh.

Dengan tampang sedih memelas gaya asian kelaparan gue kembali bertanya..
"Satu meja aza, kecil, buat gue, sendirian?"

Trus dia mikir, ambil buku, cek cek jam reservation, trus gue bilang "Gue kalo makan cepet kok"
Dia senyum, sambil bilang 45 menit bisa?
Gue jawab okkkkkkkk no problemmmm.. Sukses juga di kasi meja. Untung saja ada satu meja kecil yang uda reserved tapi blom dateng orangnya.

Akhirnyaaaa dikasi meja kecil mungil. Hahahaha... Tapi kalau ingin kesini, wajib deh book tempat dulu.

Buka menu... Kedip kedip bingung milih apa...
http://www.au-petit-sud-ouest.fr/carte_en.pdf
Jadi gue minta manager tersebut untuk rekomendasi in makanan yang paling digemari.
Dan kluar lah duck confit.
Bebek goreng lah ya kalo Indo nya. Tapi beda loh sama bebek bengil Bali.
Crispy nya hampir sama, perbedaan bumbu, kentang goreng yang di slice tipis, serta segelas wine, membuat seluruh makan malam gue berkesan sempurna.
Secara keseluruhan, gue suka restaurant ini.

Pemilik n manager nya baik serta murah senyum , ga heran semua review di Tripadvisor bagus bagus ;)
Au Petit Sud Ouest
46 ave de la Bourdonnais
75007 Paris
Neighborhoods: Tour Eiffel/Champ de Mars, 7ème
01 45 55 59 59

Saturday, December 15, 2012

Nasi Ulam Misjaya

Berkunjung ke daerah Pecinan, jangan lupa makan nasi ulam..
Enak tenan, sampe ga bisa bergumam..

Nasi ulam yang di jajakan mulai pukul 4 sore ini, selalu ramai antri sampai habis terjual...
 


Ada yang makan di tempat. Ada yang pesan untuk di bungkus bawa pulang.
Walau di bungkus lama pun, sesampai di rumah, rasa nya tetapppp lezat. 

(Sudah pernah di coba bawa pulang kena macet 2 jam). 


Sebagai warga pecinan yang baik, bila ada turis maupun teman yang butuh rekomendasi, 
"Makan apa yang enak di daerah glodok kota?".

Gue bakal suggest makan nasi ulam Misjaya. Lokasi nya yang strategis, dekat dengan gang Kalimati seberang sekolah Ricci. Hanya beberapa langkah menuju Gereja Santa Maria De Fatima
(Must visit for tourist... Unik sekali bentuk gereja tua ini). 
Ga jauh pula dengan vihara Jin De Yuan.


Dan tentunya vihara Toa Se Bio, tempat bertenggernya nasi ulam (Percis di depan pintu masuk) merupakan kawasan wajib bagi gerombolan turis dan photographer.
Sebetulnya ga harus komplit pun sudah enak. Dendeng sapi yang empuk, tahu kentang kecap. Perkedel goreng yang luar biasa nikmat. Telur + cumi asin... Bumbu kacang nya itu loh..... Melekat lezat dengan nasi serta bihun goreng. Ditambah kuah coklat nannnnn.... Superrrr wuoookeh! Taburan daun kemangi, emping + krupuk.. 


Saking terkenalnya, sering banget gue liat wartawan menclok lagi poto poto nasi ulam tersebut. Kalo ada yang belom pernah makan nasi ulam, behhhhhh... Rugi deh!!!

Sigh... Jadi laper...


Nasi Ulam Misjaya
Jl. Kemenangan 3 (Petak Sembilan / Toasebio)
Jakarta Barat
Tel : 085691853154 / 085311184664

Kehidupan selama dua tahun perkawinan

Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...