Wednesday, August 24, 2011

Bus Transnasional Jerteh - Singapore

Last sequel perjalanan gue di Malaysia dengan Transnasional bus. Ticket tertulis 9:30 PM, bus berangkat dari Jerteh. Jam baru menunjukkan pukul 5 sore, kepagian. Gue memutuskan untuk ngiter ngiter dulu. Koper bisa dititipkan. Murah...1RM/koper... Tapi jangan harap aman... Karena ga dijagain, sapa aza bisa ambil koper.
Tak jauh dari station ada supermarket mirip Carrefour. Skalian aza beli oleh oleh. Puas ngeborong berbagai macam teh tarik, coffee, snack, sachet ala Msia. Boh, Aikcheong, Oldtown etc... Murah murah disini. Dan gak jauh dari situ ada food court ala Msia. Bikin ngiler sih... Banyak makanan khas sana yang terlihat menggiurkan. Nasi Kerabu yang bewarna biru, Murtabak, Sate... Etc
Khawatir sakit perut, karena bakalan menginap di bus. Maka niat makan di urungkan. Cari tempat yang lebih higenis.. Yaitu KFC. Lumayan laaaa cobain Msian KFC hihihihi..
Kelar nongkrong di KFC sampai jam 9, balik ke Jerteh station. Bus belum datang...
Jam 10....
Jam 11...
Kok Bus ga dateng dateng yaks? Penumpang yang kebanyakan ang moh mulai bertampang gahar. Gue juga... Grrr...

Akhirnya jam 12 malam teng... Bus tiba... Horeeee.. Udah saking pegel nungguin bus jadi ga ada tenaga lagi buat marah marah ke sopir bus. Langsung duduk di Bus dengan anteng...
Tidurrr menuju destinasi Singapore.
Selama perjalanan cukup lancar, ada beberapa kali perhentian untuk tandas. Dan besoknya, kembali turun dua kali di perbatasan Malaysia - Singapore.
Akhirnaaaaa sampeeee Singapore, jalanan macet total. Epek dari keterlambatan bus kemarin, bikin teman teman gue kelabakan untuk masuk kerja hari itu. Jadi pada telat semuaaaa dehhh.. Huh... Jujur saja.. Gue kapokkkk naik bus Transnasional...
Ga Ga Ga kuattt...http://www.smileycodes.info
Tobatttttt dehhhhh...http://www.smileycodes.info

Tuesday, August 23, 2011

Shari-la Resort Perhentian Island

Sampai di Kuala Besut Jetty, gue meneruskan perjalanan menuju Pulau Perhentian Kecil, Shari-la Resort. Setelah membayar 70RM untuk tiket boat, serta 5RM tax, berangkat lah gue menuju resort. Perjalanan dengan boat memakan waktu sekitar 40 menit. Bukan perjalanan yang menyenangkan, karena body kapal selalu lompat lompat membentur ombak....
Pantat gue biru biru deh. http://www.smileycodes.infoSakit euiiiii... Tapi seru juga sih..

Sekitar 3 bulan sebelumnya teman gue sudah book 3 chalet di Shari-la Resort. Karena terletak di sisi barat, Shari-la terbaik untuk melihat sunset. Tidak bising karena jarang backpackers mabuk yang berteriak riuh di malam hari. Dan yang paling penting mereka mempunyai 5 star PADI, Quiver Dive team.
Pada saat reserve chalet, sempat mengalami "vomit blood" http://www.smileycodes.infokarena respond dari staff  Shari-la Resort ini. Tanggapan mereka super minim. Susah bener berkomunikasi. Email sudah sangat mendetail dengan bahasa yang amat sangat jelas.. Tetap saja ditanggapi ngawur. Ga nolong deh pokoknya. Bener bener makan ati pada saat book hotel serta mengatur transportasi. Sampai harus confirm puluhan email. Wew... Untung setiba di sana semua berjalan dengan lancar.

Turun di jetty Shari-la, tidak nampak staff hotel yang menolong untuk membawakan luggage, jadi gue menanjak bersama koper sendirian menuju receptionist. Setelah mendapatkan kunci chalet, lagi lagi gue sendiri menggerek koper. Padahal kalo di Indo di bawain... Untung cuman 1 biji, kalo segambreng bisa pingsan di jalan.... Lumayan jauh tuh jaraknya.
http://www.smileycodes.info
Akhirnya sampai di chalet (230RM/Night) gue yang.... Kecil... Se ala kadarnya... Ga ada alat untuk memasak air panas (Bisa minta termos air panas di receptionist). Ada kipas angin, namun ac rusak. Dan ga bisa tuker chalet berhubung fully booked, gue harus menanti sampai ada yang check out.
Di pulau ini... Gue menemukan banyak binatang liar yang di biarkan berkeliaran. Sempat hampir ke injek seekor komodo kecil, dan dengan beraninya gue lengkahin...
http://www.smileycodes.info
Kecilllll itu mahhh.....
Tetapi... Begitu melihat komodo gendut berukuran 1,2 meter.... Gue ga brani kemana mana sendirian...
http://www.smileycodes.infoGileee Saking terobsesi ama komodo, akar pohon mencuat pun bisa bikin gue jantungan. Soalnya komodo di Indonesia makan daging dan bisa mencaplok manusia. Gue nanya ke receptionist, mereka bilang komodo di lepas gitu aza karena komodo Malay vegetarian... Tetep aza itu komodo gitu looooo.... Sulit percaya gue kalo mereka vegetarian. Emang nya agama mereka Buddhist apa???
Selain menemukan komodo, ada juga monyet, serta ular hijau. Ahhh.. Ular hijau itu mengingat kan gue pada seseorang. Pada hari ke 3, receptionist mengabarkan kalo gue bisa pindah chalet. Tetapi harus saat itu juga ngungsi, secepatnya. Kebetulan juga saat itu gue lagi nguber kelas diving, dan para diver yang 1 boat sama gue udah pada nungguin. Bingung karena harus secepatnya mindahin barang gue and barang roommate sendirian ke chalet yang baru.

Receptionist memberikan tugas kepada Mr J (Western guy who work for Shari-la), to assist me, menunjukkan kamar dan bantu gue mindahin barang. Dalam perjalanan menuju chalet, dia bilang,  "I'm just gonna show u the new chalet".
Trus gue bilang kalo gue butuh bantuan untuk mindahin koper.... Gak nyangka Mr J yang berbadan atletis, ngejawab dengan sangat 'sopan' (Yes.. I'm being sarcastic!).
"Ohhh, u're a strong girl, u can do it by urself"

Suchhhhh a gentleman....!!!!! Trus ga cuman gitu... Dia tiba tiba melihat kehadiran uler hijau di pohon... Kemudian dengan gaya santai klemat klemot, dia mengamati uler tersebut.... Dan melupakan gue yang bengong dengan kelakuannya....
Mana yang katanya mo nunjukin kamar gue????!!!...http://www.smileycodes.info
Gileee, baekkk benerrrr dehhh... Mana gue udah telat... Langsung gue tinggalin bule cacat itu, nyari chalet sendiri, dan sibuk tunggang langgang mindahin barang. Untung ga lama roommate gue datang, dan ikutan migrah... Dihari Mr J mendapat tittle "Bum" dari roommate gue itulah, gue mendapatkan chalet baru yang sejuk dengan ac.
http://www.smileycodes.info
Selain kejadian naas itu Shari-la resort cukup menyenangkan. Pasir yang bersih, gradiasi warna laut yang indah. Sunset yang mengagumkan. Sayangnya gue ga sempet untuk moto moto sunset, sibuk belajar diving. Waktu menjelang sunset harus secepatnya ke jembatan jetty, karena disana lokasi terbaik. Matahari terbenam perlahan, romantisss dahhhh. Ga heran banyak tamu yang honeymoon disini.
Breakfast di hotel setiap pagi, menurut gue kurang bervariasi. Menu nya itu itu saja. 4 hari breakfast gue membosankan..
http://www.smileycodes.info
Hampir sejenis, dan rasanya kurang. Ada juga tukang goreng telur, tapi mesti bayar lagi. Scramble egg 3RM. Omelette 7RM.
Mereka menyediakan BBQ for dinner... Restaurant Shari-la nyaman with dazzling view... Tapi rada pricey.
Turun tangga keluar sedikit terlihat banyak restaurant berjejer (Mama, Amelia, Ewan, Maya..etc). Makanan di luar Shari-la ini lebih murah, enak dan banyak pilihan. Letaknya juga langsung menghadap ke laut. Malam hari, mereka menyediakan BBQ. Cuman mo rela nungguin lama...bisa sejam karena tempat ini dipadati pengunjung. Recommended Barracuda Set nya!!! Western food nya juga manteb.
Kebanyakan tamu pergi keluar Shari-la untuk makan. Salah satu tempat makan malam yang hip adalah Long beach. Maka dengan rasa penasaran, gue berkunjung ke sana. Kata nya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Shari-la. Ternyata Long Beach bener bener long long longggg way... Mungkin karena kaki asia gue yang pendek, jadi membutuhkan waktu 20 menit.
http://www.smileycodes.info
Daki gunung, masuk utan, gelap, jalan setapak yang kecil. Kalo kesana, sebaiknya bawa senter deh... Ga tau binatang apa aza yang bersembunyi di balik rumput. Perjalanan yang... Menegangkan.
http://www.smileycodes.info
Sampai di Long beach, nampak jejeran restaurant dengan tempat duduk berlesehan di atas pasir. Beberapa restaurant with sea view. Juga terdapat tempat clubbing..
http://www.smileycodes.info http://www.smileycodes.info http://www.smileycodes.info http://www.smileycodes.info http://www.smileycodes.info 
Di Pulau Perhentian ini juga terdapat banyak kegiatan selain diving or snorkeling. Bisa kayaking...http://www.smileycodes.info
Main main di pantai. Naik ke puncak bukit. Banyak lokasi untuk camwhoring. Tersedia juga tempat untuk massage, wifi dan sewa buku.
Kebanyakan tamu berasal dari Europe, Malaysia dan segelintir Korea. Orang Indonesia amat langka. Afterall pengalaman gue cukup menyenangkan di Shari-la Resort. Dapat banyak teman baru dari berbagai benua.. Orang orang yang ramah, kecuali ang moh sinting yang ngeliatin uler. Menatap langit biru bersih, wangi laut.. Jernih Bening... Tiap hari makan dive makan dive makan dive tidur.... Ahhhhhh mo balikkkk kesanaaaa...

http://www.smileycodes.infohttp://www.smileycodes.infohttp://www.smileycodes.info
Ps: All these fabulous images were taken by Yean Ching, Sinmeun How, Neena, Shan and Jane. Enjoy the slideshowww...
http://www.shari-la.com/

Sunday, August 21, 2011

Quiver Dive Team Perhentian Island

I 'm always amazed whenever I see divers. Para penyelam dengan gadget yang keren jungkir balik nyebur dari kapal, melihat dunia lain di bawah laut. Terinspirasi dari sana, maka gue memutuskan untuk belajar diving. Brangkat lah gue ke Quiver Dive di Pulau Perhentian. Tempat yang konon meraih berbagai macam penghargaan, seperti yang di tulis di website mereka :
http://quiver-perhentian.com/

Setiba disana, gue mendapatkan seperangkat buku PADI open water diver manual. Langsung di hari pertama itu, gue di gembleng, mempelajari video diving, di berikan quiz yang banyak, serta exam pada malam harinya. Non-stop!!! Lumayan mabok sih ngapalin buku nya. Apalagi ulangannya pake bahasa Inggris.... Mampussss!

Pada hari kedua... Gue bersama 3 calon diver lainnya (Esther, Eunice, Yean Ching. Malay yang tinggal di Singapore), di cemplungin ke laut... Test kesanggupan berenang 200M dan ngambang selama 10 menit. Di lanjutkan dengan snorkeling. Kemudian dive 3M-8M. Rupanya ga cuman gue yang shock dengan rutinitas berat tersebut.... Dua teman seperjuangan gue sampe muntah muntah dan ga sanggup di session awal. Padahal mereka lebih sporty di banding gue.

Ga hanya berat untuk pemula, juga berat untuk teman diver ber licences seperti Neena, Jane and Shan. "Ini bootcamp!!! Serasa ikut army..." kata mereka. Peraturan di Quiver Dive ini rada berat dan amat strict. Biasanya di tempat lain, tank cylinder, peralatan lain sudah di boat dan di pasangin. Para diver tinggal pake trus nyelem deh. Ini kagaaaaa... Disini benar benar harus tahan banting, ga bakal di manja. Ga ada jalan pintas nembak license kaya di Indo. Harus angkat tank sendiri, pasang alat alat nya, check BCD, regulator, pasang weight belt, nyari fin, nyari wetsuit, nyari mask... Semua pasang sendiri tanpa bantuan. Biasanya mereka sehari sanggup 4-5 kali dives... Disini hanya 2-3 dives

Kemudian yang paling berat adalah...... Jreng jrenggggg... Lo harus pake semua itu di daratan (Asal tau aze yeee.. Itu tank beratnya minta ampun, tinggi tanknya ama gue ampir sama!!! Nambah weight belt, mana banyak gurita lagihhh). Trus lo harus jalan jauhhhhh banget, ke shore ato ke jetty, naek turun tangga... Bawa itu semua!!! Setelah selesai menyelam juga lo harus gendong semua peralatan itu balik ke Quiver Dive, dan harus pretelin satu satu... Mencuci bersih semua peralatan, dan menyimpannya di storage room. (Oooo Maaiii Gaaat deh.. Bener bener siksaan)

Bisa bayangin ga sih? Roommate gue yang uda sering nyelem aza trauma shiokkk. Apalagi untuk pemula kaya gue??? Sempet di hari ke dua gue mikir... Kayanya gue ga lulus deh... Ini cobaan terlalu berat. Sampe uda mo pingsan di hari ke dua. Badan rasanya rontok semua. Untungnya instructor gue baik sekali. Peter Brix (Denmark), banyak nolong dan sabar sabar ngadepin gue yang manja. Responsible, highly recommended instructor. Berkat kesabaran Peter, gue bisa melewati hari itu dengan gemilang. Disuru copot mask, pake mask, berkali kali di dalem air yang asin nya minta ampun. Paling sebel sama ujian bongkar pasang mask ini... Tapi ajaibnya gue bisa melakukannya dengan lancar.. Tukeran regulator ama buddy, share alternate airsource, ngatur buoyancy, fin pivot dan masih banyak lagi... Sempet ketelen salt water brapa kali tuh... Bahhh makan malem ga usah pake garem lagi... Uda cukup Yodium di tubuh gue.

Hari ke tiga, stamina gue mulai membaik. Entah kenapa jalan jauh naik turun tangga bawa cylinder udah ga kerasa berat lagi. Pasang peralatan juga lebih cepat... Tinggal.. Settt setttt settt... Selesai.. Ciehhhh... Hari itu gue bersama teman seperjuangan naik boat dan dicemplungin di kedalaman 8M-10M. Kali ini Peter menambah satu instructor lagi, Jennie Ball (London). Sehingga 2 orang di pegang 1 instructor supaya lebih aman. Kembali diberikan berbagai macam test seperti pada hari ke dua. Lumayan berat sampai sampai salah satu teman muntah muntah. Karena ombak yang tak bersahabat. Tapi kita semua lulus dengan gemilang.

Hari terakhir yang paling menyenangkan. Pengalaman pertama gue jungkir balik dari boat, liat langit tau tau byurrrr... di laut hehehehe. Selain itu, kali ini bisa menyelam bareng bareng Neena... Sedalam 18M. Melihat aneka macam ikan, coral, nudybranch unik dan lucu lucu... Wowwww benar benar menakjubkan. Belajar navigasi dalam laut. Dannnnn lulus jadi a certified PADI diver... Yuuuupieeee lompat lompat.

Tapi belum selesai sampai disitu, gue mengambil session tambahan yaitu Peak Performance Buoyancy. Dengan lulus test tambahan ini, gue mendapatkan surat rekomendasi agar lebih mudah upgrade ke tingkat advance. Disini gue belajar somersault. Menjadi teknik ter favorite gue... Karena di darat gue ga mampu somersault layaknya pemain bola. Upside down di dalam laut benar benar buat ketagihan. Gue juga diajarin yoga... Serta bolak balik masuk lingkeran untuk mengatur keseimbangan (Dilatih kaya dolphin kata Neena... Ishhhhhh).

Akhirnya setelah 4 hari di gembleng... 5 kali dives. Gue mendapatkan license. (Total PADI = 1200RM). Dan jujur, gue merasa bangga ama diri gue sendiri. Walau bersusah payah sampe menderita, tapi amat menyenangkan. Perasaan dapet skill baru, achieve sumthin... Great experience... Ga terlupakan deh. Buat para pemula, quiver dive benar benar tempat yang tepat untuk menjadi seorang diver. Disiplin mereka yang ketat, membuat elo jadi a better diver. Kenal akrab dengan bongkar pasang peralatan. Dan ga buat lo jadi diver yang manja. Tempat dimana para diver dari berbagai benua berkumpul. Jempolan deh 5 star PADI Quiver Dive Team. Haishhhh gue jadi sakaw mo nyebur ke salt water...

Monday, August 15, 2011

Bus Transnasional Singapore - Kota Bahru ( Jerteh - Kuala Besut Jetty)

Ini pengalaman gue naik bus Transnasional sendirian dari Singapore ke Malaysia... Curhat!!!
Jangan baca kalo ga mo tau...

Address:  Lavender Street Junction Off Kallang Bahru Singapore 338750
Bus Pickup Point:  Lavendar Street
Tel No:  +65 6294 7035
Website:  http://www.transnasional.com.my/

Gue liburan ke Malay. Tepat nya ke pulau Perhentian. Tiket bus Sg - Malay sudah di beli dari 3 bulan sebelumnya. Karena temen gue masi pada bekerja, jadi lah gue berangkat sendirian ke Malaysia. Teman gue bakal menyusul keesokan harinya.

Di tiket tertulis, bus station di Lavender. Gue naik bus biasa dan turun di Lavender station, bersebrangan dengan V Hotel. Sambil menggerek koper, celingak celingukan, ga nampak 1 bus Transnasional satu pun. Berbekal tiket itu, gue nanya satu per satu singaporean yang lewat... Guess what...!!! Ga ada satu pun yang tau menyangkut Transnasional bus station.

Waktu keberangkatan bus mepet, gue lari lari turun ke MRT. Gue pikir disana mungkin ada yang bisa bantu.... Ternyata kagaaa!!! Ga satu pun petugas MRT yang pernah denger mengenai bus Transnasional.
Kebingungan... Panic... Sambil tetep nanya tiap orang yang lewat... Akhirnya gue menemukan seseorang berkebangsaan Malay, yang bekerja di Singapore. Dan dia tau dimana letak station Transnasional bus!!!! Lucky!!!

Letak nya berbeda 2 station dari V Hotel. Naik bus no 134 ato 135, nyebrang dan ketemu deh bus Transnasional parkir berjejer. Sambil ngos ngos an gue duduk di dalam bus. Phewwwww... Hanya ada 7 penumpang. Suasana sepi sekali.
Bus nya gelap ga ada toilet. AC nya sih dingin bener. Untung gue bawa jaket dan selimut... Disediakan selimut juga di tempat duduk, tapi tetap saja dingin. Pakai kaos kaki cuman nolong dikit. Ada juga penumpang yang pakai celana pendek... Brrrr... Gue yang ga tahan dingin kali ya?

Gue sih ga takut berpetualang sendirian... Masa naek kereta ke Jogja sendirian bisa, di Singapore yang terkenal aman, malah takut??? Ga manja manja, gue tepis semua pikiran buruk. Yes, yg penting gue uda in the bus, on the way ke Malay... Tinggal duduk semalaman tidur, besok nyampe. Aman...

Bus berangkat dari Singapore jam 7an, ga gitu macet, sehingga cepat sampai perbatasan, keluar dari Singapore. Penumpang disuruh turun 2x di perbatasan Singapore - Malaysia, dengan membawa passport tentunya. Salah satu penumpang yang se bus ama gue di tahan. Wondering kenapa? Gue tanya ke temen nya yang bertampang bingung bingung juga.

Pas gue tanya pake bahasa Inggris... Dia gagu gagu... Cuman jawab "Aaa... aa" Trus diem sambil megangin jidat. Tuker, gue tanya pake bahasa Chinese... Dia malah makin bengong... Udah ngeliat gelagat gini, langsung gue tanya pake bahasa Korea.

Ternyata 2 cewe ini... Benar asal Korea. Lucu nya mereka ga bisa bahasa Inggris sedikit pun, ga bisa Chinese.... Apalagi Melayuu??? Jadi hanya ber modal nekad doank pergi tamasya. Isi kartu arrival aza ga bisa. Sopir bus yang berbahasa Malay juga jadi bingung nungguin dia dilepas petugas imigrasi, ga bisa berkomunikasi. Untungnya, gue kebanyakan nonton drama Korea, jadi bisa ngomong ma mereka, translate Malay - Korea. Ciehhhhhhh...

Kayanya mereka anggep gue language expertise deh. Soalnya mereka lihat gue ngomong bahasa Inggris sambil tepok tangan (Padahal pas pas an wkwkwkwk... Andai mereka tahu), terkagum kagum lihat gue ngomong Chinese (Hihihi Chinese logat Indo dan patah patah), Melayu juga bisa (Ya iyalaaa bahasa Indo kan mirip mirip), Korea gue membuat mereka terpana (Padahal grammar nya ngasal... Ternyata ada untungnya juga tergila gila ma Lee Min Ho). Berkat kejadian ini, dalam hati gue berjanji akan belajar bahasa asing dengan lebih baik lagi... Bahasa ternyata penting!!!!!

Setelah cewe Korea yang di tahan petugas imigrasi dikembalikan, maka perjalanan pun berlanjut. 2 cewe Korea itu ternyata satu tujuan dengan gue, Kuala Besut jetty. Tetapi berbeda pulau tujuan. Sempet gue nanya... Kenapa begitu nekad jalan jalan? Di jawab : Karena seru....

Iseng iseng gue juga nanya ke 3 uncle Singaporean yg duduk berdekatan, hendak kemana? Ngapain? Ternyata mereka mau ke Thailand. Membawa tas berisikan DSLR canggih dengan lens besar seperti teropong, Canon L lens series. Ternyata mereka hobby memotret aneka unggas...!!! Hobby yang unik. Dan setelah mereka tahu gue berasal dari Indonesia, dengan antusias mereka menceritakan aneka unggas yang unik dan pemandangan alam di Indonesia. Mereka amat kagum dengan keindahan Indonesia.

Bus pun melaju terus masuk Malaysia dan tak lama bus berhenti di station Johor Bahru. Berhenti sebentar agar penumpang dapat ke tandas (toilet). Setelah penumpang kembali duduk. Sopir Malaysia nampak kebingungan sambil menggeracak, mencari sesuatu sambil berteriak teriak dengan temannya. Ternyata...... Kunci bus.... Hilang...

Setelah kurang lebih setengah jam... Kunci ditemukan... Di bawah bus berlumurkan tanah. Setelah menemukan kunci, sopir bus Transnasional pun men starter bus. Sayangnya... Bus mogok, tak bisa di starter... Para penumpang mulai menggerutu, dan bertampang masam.. Termasuk gue. Jelassss lah, gue kan ga mo telat sampai ke tujuan gue besok pagi. Mana sudah jam 10 malam... Haishhhh

Setelah 1 jam lebih... Menunggu mechanic bus yang katanya sudah dalam perjalanan.. Ada bus Transnasional lain yang tiba. Kebetulan tujuan bus tersebut juga sama. Bus lokal, Johor Bahru - Kota Bahru. Karena penumpang di bus yg rusak hanya 7 orang, muat lah di pindah ke bus baru ini, yang isinya rata rata orang Malaysia. Mulai deh pindah pindah koper ke bus baru. Dan gue duduk di deretan paling depan. Bersebelahan dengan seorang cewe singaporean dari bus rusak. Merasa senasib pergi sendirian dan penasaran, gue pun memulai percakapan... Sapa namanya, asal mana, mo kemana, liburan?

Ternyata dia juga hendak pergi ke tujuan yang sama, ke Kuala Besut Jetty. Namun juga berbeda pulau tujuan. Dia kesana sendirian untuk ambil jurusan menjadi instructor diving. Kerennnnn yakssss.

Bus Transnasional ini melaju dengan cepat. Sopir bus Transnasional ini.... Makan sambil nyetir... Dan jam 1 pagi... Ketika jalanan lenggang dia dengan kecepatan tinggi melaju... Sambil makan ngemil snack. Yah... Makannya sih gue ga masalah. Cuman... Kantong snack nya jatuh melulu, dan dia bungkuk berusaha meraih kantong, sambil menyetir, dan di tikungan.... ada kali jatoh 7x, gue yg duduk depan saking ngerinya, melototin jalanan... Ga bisa tidur. Ada ada azaaa.

Bus ada berhenti untuk ke tandas beberapa kali. Banyak yang jual makanan di setiap perhentian. Tanpa halangan bus pun sampai di Jerteh Station pukul 7 pagi. Total perjalanan sekitar 12 jam. Bila hendak ke pulau Perhentian (Kuala Besut Jetty), sebaiknya turun di station Jerteh. Karena jaraknya lebih dekat dibanding turun di Kota Bahru station. Segera gue turun.... Dan berteriak memanggil 2 cewe Korea yang terlelap tidur.... Mereka betul betul nyenyak!!!! Sampai bingung bingung pas gue paksa bangunin hahahaha.... Bersama 1 Singaporean dan 2 Korean, gue menyewa kereta (taxi) menuju Kuala besut Jetty. Harga nya sekitar 30RM untuk 1 taxi. Dan...... 2 Korea ini.... Ga bawa duit Malaysia buat bayar Hotel dan tiket bus pulang nanti. Minta tolong gue anterin ke ATM.... Goshhhhhhhhhhh. Betul betul perjalanan yang tak terlupakan

Akhirnya.... Kula Besut Jetty
Demikian lah berakhir petualangan gue menuju Kuala Besut Jetty.... Pusing pusing (Dalam bahasa Malay pusing = jalan, Indo = headache) dengan Transnasional. Wkwkwkwkwkwk
Namun curhat bus Transnasional belum berakhir.... To Be Continue..

Lau Pa Sat

Setelah makan malam di Geylang, gue di angkut ke Lau Pa Sat oleh Nina. Food court outdoor yang terletak di daerah perkantoran ini ramai selalu. Duduk nongkrong ditemani sate ala Lau Pa Sat, sambil ngobrol dengan teman lama.....
Ahhhh Life is Good...!!!!
Lau Pa Sat (open 24 hours)
18 Raffles Quay
Singapore 048582
Telp. (65) 6220 2138

http://www.laupasat.biz/home.html
Pusat jajanan local food...
Sate ala Lau Pa Sat...
Penjual aneka minuman..
Milo Dinosaur......!!!!!!!!!!!!!!

Super Junior - Mr Simple

Saturday, August 13, 2011

G7 Sinma Live Bull Frog Claypot Porridge

Geylang, tempat ini terkenal di Singapore, sebagai tempat yang lorongnya di penuhi makanan lezat. Selain itu Geylang juga terkenal dengan "Ayam" nya. Maksud gue night workers hehehehe... Imelda bersama hubby nya mengajak gue berpetualang makanan ke Geylang untuk dinner. Paul yang asli Singaporean, menjelaskan bahwa Geylang mempunyai banyak lorong. Dan uniknya setiap lorong bernomor ganjil untuk tempat makanan, dan yang genap untuk business... prostitution dan hotel plus plus... Setelah puas melirik di jalan jalan Geylang ( Gue penasaran, jadi maksa Paul muter muter dikit di lorong genap hihihihi.. Maklum turis ), akhirnya sampai di lorong 3, tempat makan malam.
Bertempat di lantai 2, restaurant kecil ini ramai di kunjungi. Waiter nya semua berbahasa Chinese. Dan dalam sekejab Paul cas cis cus pesan makanan sambil menunjuk nunjuk menu. Gue yang juga mengerti bahasa Chinese... Masi tetep aza bengong dengan bahasa Chinese berkecepatan tinggi... Amazeeeed..
Restaurant yang dipilih Paul ini terkenal dengan bubur kodoknya. Yang di bayangan gue adalah bubur kodok biasa seperti di restaurant chinese Jakarta. Ternyata berbeda sodara sodara. Bubur Kodok yang mendarat di meja ini amat tidak sama dengan bayangan gue. Bubur di claypot bubur. Dan Kodok di claypot lainnya. Mereka terpisah!!!! Kalo di Indo kan Bubur kodok jadi satu dan rasanya hambar... Ini tidak samaaa... Claypot berisi kodok mempunyai saos kental bewarna hitam. Dan rasanyaaaa.... Luar biasa... Kodoknya berbumbu pedas, disertai jahe plus daun bawang, dan kaya nya pake banyak blackpepper.
Selain bubur kodok, Paul juga memesan iga babi, yang ini juga rasanya enak sekaleee. Makanan favorite juga. Daging nya pas, ga keras, bumbunya juga meresap. Ga bisa dilupakan. Ludes lah seketika.
Kacang panjang yang di cah bawang. Rasanya cukup ok. Cuman masi kalah enak sama bubur kodok dan ribs babi nya. Santapan malam yang menyenangkan, apalagi berkumpul dengan teman lama. Thank's to Paul and Imelda ;)
Ps: Biasanya sulit menemukan tempat untuk parkir di Geylang, tapi ada gedung parkir tak jauh dari restaurant ini.

G7 Sinma Live Bull Frog Claypot Porridge (Geylang Rd)
161 Geylang Road Lorong 3
6743 2201

Kehidupan selama dua tahun perkawinan

Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...