Sunday, August 12, 2012

Bakmi loncat

Breakfasttttt...!!! (Sambil loncat loncat..)
Sesuai tema kali ini, gue menuju lokasi bakmi loncat yang berada di pasar petak sembilan. Masuk pasar, lurus terus di sebelah kiri terpampang lah spanduk bakmi loncat. Bangunan sih boleh kumel dekil ga berbentuk, uda seperti mau runtuh runtuh, tapiiiiii.... ramai sekali pada ngantri makan disitu atao menunggu untuk bawa pulang.

Langsung aza ke meja kasir untuk meng-order makanan, 1 porsi bakmi Rp 13.000 an. Pengen sih makan disitu langsung, kayana lebih enak. Sayang gue sendirian ga ada yang menemani. Mengingat orang rumah nungguin sarapan, maka bungkus aza deh, bawa pulang.

Favorite gue disini, bakmi isi daging cunyuk + ayam (Optional: bole babi doank or ayam doank, ato semua di campur, suka suka lo), sayurnya gue demen pake siomak.
Bihun, kwetiao, locupan pangsit, bakso goreng babi, bakpao, choi pan, sate babi disini serba superb. Apalagi siomai nya... laku keras!!! Sayang, gue telat. Siomai hari itu sudah ludes.

Ci Elda yang ikutan turun tangan mengolah bakmi mengaku setiap hari ga sempet breakfast saking ramai nya. Hebatnya dia bisa berkonsentrasi masak sambil nyomot nyomot kroket hihihi.

Di rumah bungkusan bakmi gue bongkar, di jadikan korban poto poto, kemudian seluruh keluarga bakmi pun ber-transmigrasi ke dalam perut. Bakmi kenyal yang meloncat loncat, dagingnya empuk, ditambah cabe semakin nendang rasanya. Minyak tercampur rata, gurih. Dengan sedikit kuah kaldu. Siomak yang manissss, menambah cita rasa. (Ini sebab nya gue pilih siomak not caisim). Puerfectttto...

Bakmi Loncat
Jl.Kemenangan Raya (Petak IX) no.27A 
Telp : (021)92770962 ; 08128161441



Friday, August 10, 2012

Ketoprak

Jajannnn... Lamaaa sekali gue ga jajan di luar. Arini gue memutuskan untuk angkat kaki menuju gang kalimati ditemani Miss Oni my patner in crime for lunch.
Dimanakah gang kalimati? Hahahaha di Pancoran pecinan, ada satu gang kecil yg penuh sesak dengan berbagai macam makanan. Gang di sebelah gedung Tian Long.
Tempat sakral bertebarnya para penjaja makanan...

Kalo mampir ke gang ini pasti sibuk deh melirik ke kanan kiri, sambil bergumam..
Ahhh kue... Ahhhh tape uli... Ahhh siomai... Ahhhh gado gado... Ahhh bihun japit.. Ahh mpek mpek.. Ahhh sate babi... Ahh lontong... Ahhh bubur jongkong Ahhh cendol... Ahh krupuk bangka.. Ahh risol... Ahh-etc

Pas di gerobak ketoprak.. Lirikan dasyat terpancar dari mata gue hahahaha... Berbinar binar... Bukan sama tukang ketoprak nya yeeeeeeeee...

Gue uda lamaaaa banget ga ngunyah ketoprak, jadi ini saat saat tepat untuk melepas rasa rindu pada ketoprak.
Tempat duduk yang penuh sesak, sempil sempilan tidak meluruhkan semangat gue.

Tukang ketoprak pun beraksi dengan cepat, menyiapkan skaligus 3 piring ketoprak. Ada yang pesan untuk di bungkus bawa pulang, ada yang makan di depan dan di samping gerobak.
Setelah si abang menyodorkan piring berisi ketoprak, Ms Oni memberikan Rp 20.000 untuk berdua, Rp 10.000/piring, maka transaksi ketoprak pun selesai.
Skalian minum nya teh botol sostro dari warung sebelah.. Ada juga yg pesen minuman es cincau ijo, wahhhh manteb juga tuh panas panas gini.
Ketoprak nya.. Rada sulit di aduk, secara piring nya penuh berisi, dan tempat nya rada sempit. Setelah tercampur rata.... Nonstop deh mulut nya ngunyah...

Pantessss laris manisss... Enak enak enak... Rasanya yaaaaa seperti Ketoprak wkwkwkwkwkwk

Tuesday, October 4, 2011

BornGa 본 가 (本家)

My Korean friends report that "Born Ga (not born gay -..-) is a must must must try restaurant".
Selain terkenal dengan motto "Original Korean Taste". Born Ga bertebaran dimana mana. Terdapat 20 restaurant Born Ga di Korea. 7 franchise di China dan 1 di US. Ga nyangka... Ternyata buka juga di Jakarta!!!! Assssaaaaaa...

Ga susah susah amat menuju ke Born Ga. Terletak di seberang salon Lutuye Wolter Monginsidi. Dekat Pasar Santa. Buat yang ga gitu paham daerah Kebayoran Baru, dari arah Semangi belok menuju Pacific Place lurus aza lewatin sampai nembus ke Senopati, yang ada Restaurant Arang 22, belok kiri trussss aza ke arah blok M sedikit ke kanan...Lewat Jl.Suryo Lurus terus... Sampe deh Wolter Monginsidi.

Melirik menu menu penuh gambar yang menggiurkan, membuat gue bingung sejenak... Makan apa ya enaknya...? Minimal harus order 2 porsi kalo mo bakar bakaran.
Karena masih siang, kebanyakan pengunjung Korea memesan Naeng Myeon 냉면 (Rp 58.000), bakmi dingin yang berisi bakmi, sepotong daging disertai sayuran segar dan berkuah es... Tempting... Enak juga kliatannya... Panas panas gini...
Tapi gue pesan yang laen ah...
Galbi Tang 갈비탕 (Beef short rib soup)
Semangkuk kuah mengepul panas berisikan tulang iga sapi ini benar benar nikmat. Pertama tama daging yang masih menempel pada tulang besar di gunting, agar mudah disantap. Kuah bening amat berkaldu.... Ditambah daging yang kenyal lembut (Benar benar daging pilihan), sedikit lemak, seperti lumer di mulut!!! Rp 75.000

Pernah liat adegan drama Korea, dimana tante tante Korea malem malem lagi bad mood?
Ato orang Korea malem malem laper?
Semua lauk dan nasi di campur di baskom gede, aduk aduk trus dimakan? Hahaha disini bisa cobain enak nya makan nasi campur baskom (Bisa juga disebut Bi Bim Bap 비빔밥) penghilang stress tersebut!
Chadol Doenjang Chigae 차돌된장찌개
(A traditional Korean stew consisting of beef brisket and various vegetables cooked with soybean paste)
Kuah tauco berisi daging itu di sajikan dengan baskom gede berisi sayur. Tumplekin nasi di atasnya. Kasih saos bewarna merah 고추장 (Gochujang) . Tambahin sedikit radish 무생채 (Mushengje). Sendok daging tauco dari kuahnya. Kemudian aduk aduk aduk sampe rata. Trus Happpppppppp.... Nyum nyum nyum... Serasa Ajooma... (Tante tante...) Rp 63.000


Saking enaknya sampe gue buat video... Susah di describe dengan kata kata..

Jap Chae  잡채 (Stir-fried beef and vegetables with glass noodles)
Soun Korea goreng ini cukup enak. Rp 100.000
Enak nya kalo makan di restaurant Korea, selalu mendapat side-dish banyak dan gratis..

Galbi tang menjadi favorite gue semakin manteb dimakan dengan dice radish 깍두기 (Kak tu gi). Nendang rasanya. Chadol Doenjang Chigae, juga enak enak enak. Gue bakal balik sini lagi nyobain masakan lainnya..
Panggang panggangan... Dengan daging berkualitas baik..
I spotted 소주 Sojuuu... 막걸리Makgeolli (Rice Wine)... Oh disini juga jual Korean wine 복 분 자 (Bok Bun Ja)!!!

Selesai makan dan membayar bon, pelayan memberikan 3 pilihan free dessert. Ice coffee, hot coffee dan Omija. Ice coffee segar, lebi enak daripada kalo gue bikin sendiri. Hot coffee nya juga ok.

Tapi yang paling enak, dan mesti di coba.. Minuman Omija (오미자)... !!!!!
Minuman berwarna pink cantik.. Asam asam manis, menyegarkan... Membantu pencernaan, membuat badan sehat!!! High in organic acids which are good for relieving physical fatigue and quenching thirst. Enak sekali rasanya... Terbuat dari biji Omija.. Bagus untuk kesehatan... Kalo ke Born Ga... Gue saranin pesan Omija sebagai pilihan minuman dessert!!! Omija...!!! Omija..!!! Omija fever~

Dikasi free buah buahan juga...
Total kerusakan hari itu Rp.274,890
Ini gedung megah berwarna Hitam bertuliskan Born Ga.

Pipa pipa penyedot asap berjejer. 
Buat gue... Disini sorga makanan Korea. Bener bener asli, dan bisa jadi the best restaurant Korea di Jakarta. Service memuaskan. Tempat asik buat ngumpul2. Oh ya kalo mo makan di dalam VIP room sebaiknya telpon pesan dahulu. Sayang tak ada 오빠 (Korean bro) opa ganthenk menemani gue makan wkwkwkwk..
"Bornga is the idea of a South Korean chef from Seoul, Paik Jong-won, who started the franchise in 1992. Paik's became famous because of a unique dish, Woo Samgyup: thinly sliced beef brisket dressed in special sauce."

본 가 (BornGa) 本家
자 카 르 타 점

Jl. Wolter Monginsidi No.24 Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp : (021) 739-6229, 723-3024
Fax : (021) 723-2601

Website : http://bornga.co.kr

Lihat Born Ga 본 가 di peta yang lebih besar

Saturday, October 1, 2011

Medan Baru

When Henry, another childhood friend who lives in Singapore came to Jakarta, he told me how much he missed Indonesian cuisine and must go local for lunch.
Me : Let's have some weeds in Acehnese style...
Henry : Haaaa?! Seriously?! Isn't it Illegal?!

So we dragged him to this old restaurant, famous for legally serving marijuana or cannabis leaves since 1975. Cool rite? We were greeted with so many plates...

These are two signature dishes you must "die die" try in here :
The Fish Head Curry (Gulai Kepala Ikan)
Smothered in a rich yellow cream gravy. Not spicy, but with a very savoury and satisfying taste. Take a bite and enjoy the experience of culinary euphoria.. Rp 130.500

The Fried Pigeons (Burung Punai Goreng)
All-time favorite and they are always so consistent with the quality. The tiny lil' fried pigeons are so cripsy on the outside. With herbs and spices all fused perfectly, sour-salty-seasoning, chicken-like taste. Rp14.000

Having these two great dishes combined... Really made my day.
The other domestic delicacies were PERFECT too... We scooped up the food with bare hands and delivered the goods swiftly to our mouths. Too bad they were out of cannabis leaves that day.... Hikssss no weeds... They've been out of stock for 4 days.
If you are damn lucky to find the weeds in this restaurant, don't forget to pour the sour cannabis leaves (Asam ganja) as an extra condiment.
Name : Henry
Job : Singaporean guinea pig..
Result : Henry looks so happy while eating (Remember... Singaporean always have a natural grumpy face.. + kiasu kiasi and kialang).

Name : Joe
Job : Indonesian guinea pig..
Result : He is laughing a lot too... Hmm.. Made me wonder... If marijuana is really out of stock Wkwkwk.. Coz this guy seemed to have a zing..
I sneaked out into their kitchen..

Every waiter in this restaurant is capable to carry 8 plates on one arm.
Huff I'm sure ate a lot... Tam-chiak (greedy) eater.
Nevermind... EAT..!!! Coz tomorrow u might die-T... Hahahahaha..

Ps: If you're curious about the weeds... Read this :
Selbyfood.blogspot.com : Eating-marijuana-leaves
Rumah Makan Medan Baru
Jl. Raya Krekot Bunder No. 65
Pasar Baru, Jakarta Pusat
Indonesia
Tel: 3844273, 3844922, 3858992

Kehidupan selama dua tahun perkawinan

Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...