Monday, February 7, 2011

Carl's Jr.

Maren gue mampir ke Carl's Junior yang berlokasi di Grand indonesia, selantai dengan Burger King saingan-nya. Hanya saya tempatnya lebih mojok di ujung, jadi jarang keliatan. Setelah melihat menu yang tersedia, gue memutuskan untuk nyobain Double Western Bacon Cheeseburger, dengan upsize kentang dan minuman promo dari BCA. Asiknya ternyata di Carl's Jr all drinks are free flow...!!!! Minum sampe kembung dehhhhh...hhahahahaha

Segera gue cuci tangan dan mencomot kentang gorengnya yang segede bagong....BK punya kentang jadi keliatan mini kalo dibandingin. Rasanya juga manteb...garing kresss kresss....yummmmm. Ada kentang yg bentuknya kaya tanda pager juga (#).
Gak lama, pesanan Double Western Bacon Cheeseburger tiba....
Isinya : Two Charbroiled All-Beef Patties, Two Strips of Bacon, Two Slices of Melted American Cheese, Crispy Onion Rings and Tangy BBQ Sauce on a Toasted Sesame Seed Bun.
Rasanya : Superbbbbb Yummmmm.....bakalan ketagihan...terutama untuk meat lover...
Di meja tersedia pula box penuh berisi tissue...jadi lebih nyaman....liat ga gelasnya gede banget...bole di-isi spuas nya!!!!
Tapiiiiiii.... gue tetep demen mampir ke Burger King kok hahahahaha...rasanya kan juga berbeda...burger king gue demen banget ama Angus BLT nya....yummy...
Andaikan di Jakarta juga ada pork burger...turkey burger...pasti lebi manteb.
Fat burger... kentangnya ok juga ada yg gede ada yg tebel...tapi....burgernya kurang ya menurut gue. Walo uda cobain yang palinggggg gede dan paling fat...buat gue rasanya biasa aza hahahahaha. Kapan ya Hardee's masuk Jakarta? Ada rekomendasi burger lain yang enak?

Thursday, January 20, 2011

White Pig Legend

http://www.smileycodes.infoJaman dahulu kala, ada seekor babi putih yang tinggal di perternakan, dia jatuh cinta kepada seorang petani miskin yang baik hati. Babi putih pun mulai rajin berdoa agar dia dapat menjelma menjadi manusia dan dapat mendampingi sang petani.
http://www.smileycodes.infoSuatu ketika doa babi putih dikabulkan menjadi seorang wanita. Dan menikahlah sang babi dengan petani tersebut. Setelah menikah usaha sang petani maju pesat, dan sukses. Petani dan babi putih pun pindah untuk hidup di kota. Kesuksesan sang petani yang berubah menjadi pengusaha membuat dirinya sibuk, menjamu clients, bermain golf dan jarang berkomunikasi dengan babi putih.
http://www.smileycodes.infoBabi putih yang hanya mengurus rumah setiap hari, tidak melihat dunia luar, juga tidak mengurus dirinya sendiri sehingga terlihat kurang menarik, membuat perbedaan semakin jauh dengan pengusaha yang sedang menanjak karirnya. Perbedaan pendapat pun tak bisa dihindari. Babi putih yang tak mengerti bersosialisasi, tak mengenal permainan golf maupun tas hermes, tertinggal semakin jauh.
http://www.smileycodes.infoBabi putih pun menyadari bahwa dirinya dan pengusaha sudah banyak perbedaan, sulit untuk mengejar. Waktu luang babi putih dirumah begitu banyak, sehingga ia pun merasa kesepian, membuat babi putih menjadi mahluk buas yang crangky dan naggy. Selalu mengomel dan mengeluh. Sang pengusaha yang sibuk bekerja, dan kurang istirahat, mulai merasa jenuh dan lelah mendengar omelan babi putih. Mengakibatkan pengusaha menjadi pribadi yang stress dan tidak sabaran.
http://www.smileycodes.infoBabi putih ingin belajar untuk memperbaiki perbedaan tersebut namun pengusaha yang sibuk tidak mempunyai waktu untuk mengajarkannya pada babi putih. Pengusaha yang setiap hari dikelilingi oleh wanita sukses dan lebih cantik dari babi putih, merasa bahwa wanita lain lebih mengerti dirinya. Sehingga lebih senang bercerita atau pergi bersama wanita lain.
http://www.smileycodes.infoPertengkaran pun tak bisa dihindari. Semakin lama pengusaha dan babi putih semakin merasa tidak cocok. Setiap bertemu selalu bertengkar, sehingga pengusaha semakin menghindar untuk bertemu dengan babi putih.
http://www.smileycodes.infoBabi putih mulai frustasi dan merasa lelah, sering kali cepat mengucapkan kata untuk berpisah. Babi menyesali semuanya dan berharap pengusaha berubah seperti dahulu kala, menjadi petani miskin dan hidup di kampung. Kadang berpikir, mungkin di kampung akan ada petani lain yang bersedia menampung dirinya.
http://www.smileycodes.infoBabi putih pun diam diam pulang ke kampung. Di kampung dia merasa senang karena bebas, bisa bermalas malasan. Tetapi tak lama kemudian ia pun jenuh. Dan mulai kangen dengan pengusaha dan segala hiruk pikuk kesibukan di kota. Dia merasa di kota telah membuat dia menjadi orang yang lebih maju, sedangkan di kampung terlalu santai dan tak ada yang bisa dikerjakan. Babi putih merenung..
http://www.smileycodes.infoDulu dia hanya lah seekor babi yang jatuh cinta karena diberi makan yang banyak. Hidup santai berguling guling bermalas malasan, setelah berupaya keras, dan dikabulkan doanya agar menjadi seorang manusia, tetapi kemudian dia terlalu cepat puas, telah menjadi manusia dan lupa untuk terus berkembang, terus berusaha. Banyak perubahan secara cepat dan dia tak mengikuti arus, terlalu santai, tidak belajar dan tidak berusaha mengembangkan diri sendiri...dan sudah lupa untuk berdoa.
http://www.smileycodes.infoBabi putih pun berpikir keras... Akhirnya dia menyadari.. kesalahan bukan ada pada petani yang berubah sukses dan selalu melangkah untuk maju. Mencintai seseorang bukan menerima orang itu apa adanya. Melainkan dirinya lah harus berusaha keras agar bisa menyesuaikan diri, memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan tidak seharusnya mudah menyerah. Babi putih pun berkemas kembali ke kota.
http://www.smileycodes.infoDia pergi ke salon, pergi beli baju yg bagus, berusaha untuk tampil lebih baik dan kembali kepada pengusaha. Pengusaha pun menyadari betapa ia telah kehilangan babi putih miliknya, yang selalu senantiasa sabar menunggu dia. Selalu ada disampingnya disaat susah. Pengusaha pun berusaha akan membantu menuntun babi putih agar cepat berkembang. Mereka pun saling berpelukan dan damai kembali.
http://www.smileycodes.infoSaat ini babi putih bahagia, setiap hari ia belajar sesuatu yg baru, pergi menyibukkan diri, selalu berpikiran positif, love herself, feed her mind,body and soul. Setiap hari berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. So, make sure you do something for yourself everyday....

Berikut kisah White Pig Legend dilanjutkan oleh Lie Handri.

Part 1- Badai
Sebagaimana diceritakan sebelumnya "The white pig and the businessman live happily ever after"....
Benarkah demikian? Layaknya semua hal di dunia ini, tiada satupun yang kekal adanya.
Segalanya selalu berubah. 
Hidup pun terus berputar bagai roda, terkadang di atas, terkadang di bawah. http://www.smileycodes.info
Demikian pula perjalanan hidup dan perjalanan cinta tokoh kita sang babi putih yg mungil tak lepas dari hukum alam ini.

Perlahan namun pasti, sang pengusaha mulai jenuh dengan babi putih.
Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk tidak pernah puas. Pengusaha pun tak luput dari sifat ini.
Sebagaimanapun kerasnya babi putih berusaha untuk merubah dirinya, merubah segala kepribadian dan penampilannya, si pengusaha tak pernah merasa puas, tak pernah merasa cukup.
 http://www.smileycodes.info

Segala cinta dan kerinduan yg dulu menggebu2 dirasakan oleh pengusaha, perlahan2 mulai memudar. Ia mulai jarang pulang ke rumah untuk makan siang, rutinitas yang dulu selalu ia lakukan dengan babi putih.
Seringkali pengusaha baru pulang hingga larut malam, sehingga makan malam bersama babi putih pun terlewati. Berbagai macam jurus resep dikeluarkan oleh babi putih, tetapi tetap tidak bisa menggugah selera pengusaha. Komunikasi antara mereka pun hanya sebatas "Ma, aku ngantor dulu" atau "Ma, aku di kantor sibuk. Tolong jangan telp2 terus" atau "Ma, aku makan di luar. Ga usah ditunggu".

Babi putih semakin hari semakin kurushttp://www.smileycodes.info (Prasaaan ga kurusannnn...)
Dari bobot 150 kilo kini hanya tinggal 100 kilo, yang mana tergolong kurang gizi untuk ukuran babi.

Part 2 - Perpisahan
Tak lama kemudian, sang pengusaha memutuskan untuk berpisah dengan babi putih.
http://www.smileycodes.info

Kemudian Lie handri berpesan....To be continued katanya.....Errrr.

Shihlin dan Quickly

Snack asal dari Taiwan yang gue doyan Shihlin and Quickly.... Yummmm.. Temen gue rata rata ketagihan ama Shihlin chicken yang pedes dan renyah, Bubble Tea manis dan kenyal...pasangan snack yg serasi. Setelah makan Shihlin yang pedas dan asin, enaknya minum Quickly yg manis. Pearl Jasmine Milk Tea favorite gue. 
Din2 n gue pernah nyeludupin masing masing sekantong chicken size XL nya masuk bioskop, sambil men japit japit dalam kegelapan. Nikmat...!!! Dibarengi nyeludupin Quickly bubble tea yang rasa Taro kesukaan Din2. Nonton sambil makan minum enakkkkkk banget deh.....
Berikut tips nyeludupin kedua snack ini ke dalam bioskop: 
Beli Shihlin terlebih dahulu, karena lama buatnya perlu digoreng dan dibumbui. 
Setelah pesan segera beranjak ke Quickly bubble tea. Bubble tea gelasnya nya tersegel rapat jadi tak perlu takut tumpah, ambil sedotan besarnya dan minta plastic agar tas tidak basah karena dinginnya Bubble tea. 
Ambil pesanan Shihlin yang masih panas angin anginkan sejenak, kemudian taruh semuanya didalam tas yg agak besar sebelum masuk ke bioskop. 
Tarik nafas , tenteng tas disebelah yang berlawanan dengan posisi satpam di pintu bioskop, tenangkan pikiran, dan berjalan santai, sambil sibuk mengobrol dengan teman. Biasanya sih dengan cara ini lolos hahaha.. Telah sering di coba di bioskop 21 emporium pluit...Ahhhh jadi pingin ke Taiwan makan aslinya hahaha.

Tuesday, January 18, 2011

Cara Menggodok Obat Chinese Herbal

Bagaimana cara menggodok obat chinese herbal?
(How is a herbal decoction prepared?)
1. Tuang bahan obat herbal kedalam panci stainless, panci keramik, maupun panci tanah liat (panci apa saja boleh kecuali panci alumunium). Tuang air kedalam panci kurang lebih 3 gelas atau sampai obat terendam, kurang lebih 1-2 cm diatas permukaan obat. Rendam obat kira kira 20 menit sampai 1 jam.
(Put the dry, crude herbs in an earthenware or stainless steel pot (avoid include cast iron and aluminium), pour cold water in the pot until the water is 1–2 cm above the herbs, and let the dry, crude herbs soak in the water for at least 1 hour.)
2. Masak obat dengan api besar.
(Afterwards, place the pot on the fire, heating with a strong flame.)
 

3.  Masak sampai mendidih, kemudian kecilkan apinya, masak kurang lebih 20 menit atau sampai air tersisa kurang lebih 1 gelas.
(When the liquid is boiling, turn the heat down to gentle, cook the herbs for 20 minutes or cook the herb until the liquid is one mug remains.)
 


4. Setelah obat selesai dimasak. Saring obat dan tuang ke dalam gelas.
(Strain the decoction from the pot.)
 

 

5. Jangan buang sisa obat, tuang kembali sekitar 3 gelas air, masak kembali obat dengan cara yang sama. Saring kemudian gabungkan godokkan pertama dan kedua, aduk rata, kemudian bagi kembali ke dua gelas. Obat dapat diminum 2 x : pagi dan sore hari. Hangatkan bila hendak diminum.
(Pour another cold water onto the herbs in the pot and repeat the above cooking method : bring to boil, and then simmer again for another 20 minutes until about one mug of liquid remains. Strain this decoction and then mix the two decoctions together. Finally, divide the decoction into two portions, and drink each portion warmed over the course of the day in two lots.)

Beberapa macam obat yang mahal biasanya dibungkus terpisah, contoh : Hong hua (红花/saffron crocus), ada juga yang berbentuk bubuk yang dibungkus terpisah karena tidak dimasak, contoh : Tian Qi Fen (田七粉), ada pula yang berbentuk gel dan sirup seperti E Jiao (阿胶) yang di aduk bersama godokan obat yang telah selesai dimasak.
Some rare, expensive herbs, such as Hong Hua should be prepared separately. Herbs that are traditionally used in powder form should be added to the prepared decoction without cooking; an example is San Qi (Notoginseng radix) powder. Gels and syrups such as E Jiao (Asini coriicolla), Yi Tang (Maltose) and honey, as well as egg yolks, should also be dissolved in the prepared decoction without cooking.

Monday, January 17, 2011

Antara Warung Ubud, Leko dan Tekko

Dua kali gue makan ke restaurant Warung Ubud yg terletak di : Ruko Cordoba Blok G no: 2 Pantai Indah Kapuk, dua kali pengalaman yang berbeda....
Pertama kali gue ke Warung Ubud, gue menikmati Iga Babi Bakar size large nya (Rp 72.000... dapet 8 slabs!!!) yang empuk dan lezat dan gue pilih makan dengan nasi. Cumi Goreng Tepung nya renyah, Babi Panggang yang not so bad, Udang Goreng Telor Asin (sori potonya sambil makan jadi blur deh) ok laaa. Kesan pertama yang amat baik, terutama terhadap iga babi-nya, porsi besar dengan harga murah. Dapat mengobati 70% rasa kangen kepada iga babi Tony Romas tanpa menguras isi dompet.

Puas dengan pengalaman pertama membuat gue terpanggil kembali mengunjungi restaurant ini untuk kedua kalinya. Pengalaman kedua, gue kembali memesan 2 piring Iga Babi Bakar size large dengan french fries, sepiring Nachos, dan sosis sapi berbentuk U namanya Thur...(apa ya..lupa) Sosis. Tak lama kemudian pelayan mengabarkan kalau iga babi bakar size large habis, hanya tinggal size medium. Gue melihat keadaan restaurant yang cukup ramai mengerti dan tak keberatan. Selang 5 menit pelayan datang kembali menginformasikan bahwa size Large nya ada, hanya tinggal 1. Gue bilang ok bagus size large 1. Tak sampai 5 menit pelayan kembali datang.... Meng-confirm kalo size large habis, size medium hanya tinggal 1. Tarik napas panjang, gue bilang ok lah ga masalah. Size medium 1.
Kebetulan gue pesan Heineken botol besar, dan datang beserta gelas berisi es batu. Segera gue tuang Heineken kedalam gelas.... Dan nampak 3 lalat kecil mengapung di atas gelas...
Segera gue panggil pelayan dan mejelaskan situasi. Pelayan mengangkat gelas berisi beer dan lalat...... Dan kembali dengan gelas berisi beer tanpa es batu, dan tinggal setengah... Gue bingung...
Apa itu maksudnya? Jadi es serta lalat dibuang dan dikembalikan ke gue? Jadi gue disuru minum beer bekas lalat mengapung? Bahkan pelayan tidak mengucapkan maaf atas ketidaknyamanan adanya lalat yg mengambang... Mau pun mengganti Heineken yang terbuang percuma. Apalagi memberi complimentary????
Gue kembali memanggil pelayan yang sama, menanyakan padanya apa maksud dari dikembalikannya gelas ini? Pelayan bertampang bingung dan mengangkat kembali gelasnya dan mengganti gelas tersebut dengan gelas kosong tanpa es. Dan pergi tanpa mengucapkan kata maaf. Sungguh sungguh service yang amat parah. Pelayan yang tak mengerti sopan santun, ato karena memang disana tidak ada manager maupun owner yang mengawasi. Sungguh membuat kecewa. Image iga babi bakar yang enak dan mengesankan... Hancur dengan kebersihan yg kurang terjaga serta service yang sorry to say, Suckssss!!! Tak lama nachos pesanan pun datang.. Rasanya pun biasa biasa saja.. Iga babi bakar size medium pun menyusul (masi enak dimakan) beserta kentang goreng kurus yang sudah dingin. Sosis sapi berbentuk U dengan salad sebagai side dish juga tak memuaskan. Hanya seperti sosis sapi biasa, tak mengesankan dan salad yang kurang menggiurkan.

Saran gue kalo ke Warung Ubud :
1. Pesan iga babi bakar size large saja. Itu yang paling enak!!!
2. Lebih baik pesan dengan nasi, kecuali doyan kentang goreng kurus kering porsi kecil, dan bersedia dapat yang agak dingin dan sedikit gosong.
3. Bawa gelas sendiri, karena mungkin saja mendapat bonus sprinkle lalat untuk cia po. Atau sebelum menuang minuman perhatikan isi gelas baik baik.
4.Sebaiknya jangan berkunjung di saat restaurant ramai karena bakal dicuekin berkali kali. Meja kotor belum dibersihkan. Duduk lama menunggu pelayan datang membawa menu.
Sesama pedagang tentunya gue juga mengerti, sulit sekali mangatur pelayan yang kurang berpengalaman. Semoga owner restaurant bisa memperbaiki dengan mendidik pelayan dalam hal sopan santun. Lebih baik lagi kalau hire a manager.

Setelah makan karena belum kenyang, mungkin makan sambil kesal sehingga masi lapar, akhirnya gue mampir ke restaurant sebelah kiri nya Ubud, masih di deretan Ruko Cordoba PIK, yaitu Warung Leko, pioneer iga penyet sapi. Ketidaknyamanan yang gue dapat dari Warung Ubud terobati dengan pelayanan Leko yang memuaskan serta makanan yang cukup lezat. Gue pesan Iga Sapi Penyet Otot dengan nasi dan sepiring Karedok.

Jujur gue pernah coba makan di warung Tekko, yang juga terletak tidak jauh dari sana, secara temen gue ada yang naksir dengan manager cewe-nya Tekko (hahahaha....hayoooo ada yg blushing).
 Iga sapi penyet dari Tekko


Dan menurut gue Leko jauh lebih enak daripada Tekko. Menurut gue Leko lebih bersih, meja gue sudah dibersihkan, sedangkan ketika ke Tekko meja masi banyak yang belum dibersihkan dan ada tulang iga di meja bekas orang sebelumnya. Suasana nya tak jauh berbeda, karena hanya berbeda beberapa ruko, tapi Leko lebih sedikit bagus karena terdapat hiasan lampu lampu di atas jadi lebih romantis?

Mengenai makanan, Leko dan Tekko hampir mirip, cara penyajian dan rasa, tergantung selera masing masing, gue sendiri lebih suka Leko dan beberapa temen gue lebih suka Tekko. Leko buat gue rasa dagingnya lebih enak. Dan seinget gue di Tekko ga ada taburan bawang goreng apa ditabur di atas cabenya ya? Di Leko di tabur di atas iganya.... seperti di photo. Oh oh...beda mejanya juga hihihi...menurut gue meja di Leko lebih enak karena terbuat dari keramik atasnya hahahaha. Sayangnya gue mungkin kurang cocok dengan iga sapi penyet khas Indonesia ini. Terlalu asin untuk lidah gue. Berkali kali gue mencoba, baik di Tekko maupun Leko buat gue dua dua nya terlalu asin. Bahkan setelah gue gabungin dengan nasi yang banyak serta karedok yang manis, hasilnya gue selalu merasa terlalu asin. Dan setelah makan merasa haus. Hahahaha selera deh yaaa... Mungkin lidah gue yang terlalu sensitive. Tapi gue puas dengan karedok Leko. Akhirnya setelah perut full gue pulang kerumah dan tadinya rencana ngemil 2 batang godiva...ga tau nya malah menghabiskan 1 kotak coklat godiva hahahahaha... Rakus!
 
Update:
Warung Ubud menerima kritikan dengan baik...lihat aza comment dibawah, ternyata mereka peduli juga ya pendapat customernya. Jadi semakin yahud deh makan iga bakar babi nya .....Yupppieeeee~!!!!Mari mampir ke warung ubud para pork lover....

Kehidupan selama dua tahun perkawinan

Tidak terasa, tau tau sudah 2 tahun menikah. Rasanya baru kemarin hihihihi. Jadi bagaimana perjalanan 2 tahun ini? Bahagia banget, bahk...